ADVERTISEMENT

Garin Nugroho Kritik Petisi Tolak Film 'Kucumbu Tubuh Indahku'

Devy Octaviany - detikHot
Kamis, 25 Apr 2019 16:23 WIB
Foto: (dok.Garin Nugroho)
Jakarta - Garin Nugroho menanggapi kabar adanya petisi yang menolak film besutannya 'Kucumbu Tubuh Indahku'. Ia menilai, munculnya petisi ini seperti dilakukan secara sepihak.

Meski ia tak memungkiri, film ini juga telah menerima apresiasi setelah ditayangkan di 25 negara.

"Banyak komentar sangat positif, justru kritik saya terkeras adalah petisi tanpa dialog dan menonton menjadi anarkhisme massa. Petisi yang menjadi anarkhisme masa karena sebagian tak melihat adalah penghakiman massal tanpa keadilan," kata Garin kepada detikHOT, Kamis (25/4).

Petisi yang muncul di situs change.org itu menyebut 'Kucumbu Tubuh Indahku' sebagai film LGBT yang tak layak tayang. Padahal ada nama Garin Nugroho sebagai sutradara, bahkan terbukti sebelumnya, 'Kucumbu Tubuh Indahku' tampil di berbagai festival.

Bahkan film ini tayang di ajang World Premiere di La Biennale Venice Film Festival di Agustus 2018. Garin mengangkat kisah tentang seorang penari Lengger yang menjadi tokoh sentral dalam filmnya kali ini.

Akan tetapi tak cuma itu yang diangkat olehnya. Selain tradisi lokal Lengger Banyumas yang ia masukkan dalam cerita, film ini juga disebut Garin menjadi representasi sosial dan politik.

Garin berharap, pesan-pesan dari kegelisahan hal-hal tersebut dapat tersampaikan tanpa adanya penghakiman lewat petisi yang muncul kali ini.

"Anarkisme massa sangat mengancam kebebasan berekspresi. Jika dibiarkan, akan menjadi demokrasi serba massal tanpa kualitas, akibatnya toleransi bangsa menurun," kata Garin. (doc/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT