DetikHot

movie

Indro 'Warkop'-Tora Sudiro Bicara Unsur-unsur Lawakan di 'Gila Lu Ndro'

Selasa, 21 Ags 2018 20:55 WIB  ·   Febriyantino Nur Pratama - detikHOT
Indro Warkop-Tora Sudiro Bicara Unsur-unsur Lawakan di Gila Lu Ndro Foto: Palevi S/detikFoto
Jakarta -



Film 'Gila Lu Ndro' juga banyak mengandung konten lawakan dari beragam unsur. Lantas bagaimana keseruannya memfilter roastingan komedi yang berasal dari kehidupan sosial masa kini yang juga banyak sentilan model Warkop jadul?

Indro Warkop, Tora Sudiro dan sutradaranya Erwin Novianto angkat bicara mengenai konten tersebut.

"Jadi saya nyari yang ngerti jokes namun tetep saya memfilternya. Jadi biar gimanapun gua tetep ngikutin jokes yang sekarang dan dulu. Jadi tuh 'kalau dulu tuh kaya gini nggak apa-apa, kalau sekarang jangan'," kata Indro di media gathering 'Gila Lu Ndro' di Falcon Pictures, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (21/8/2018).



"Untuk komedinya saya percayakan sama Arie Kriting untuk sekarang ini, tapi saya tetep ada sensor, saya tetep ada pengaruh di situ, kayak 'ini ga enak nih, orang ntar ngerti kaga yang ada malah resah'. Di film ini kita gunakan satir bukan kritik, kalau kritik kan secara akademis harus ada solusinya, nah kalau solusi jadinya cermah kita," tambah Indro.

Pendapat lain datang dari sang sutradara, Erwin Novianto. Mengenai konten di film arahannya banyak pesan moral dan sosial yang dikemas dengan 'Fun'. Tapi soal sensor sendiri ia berharap dapat dinikmati semua umur.

"Simpelnya si ada pesan sosialnya tapi saya nggak bisa kasih bocoran, Tapi nanti ada selipannya, kenapa si begini, kok begini, Banyak pesan yang disampaikan nanti, pesan sosial, pesan moral, tapi fun, tiap ada pesan di adegan kita balutnya lucu," ungkapnya dalam kesempatan yang sama.

"Saya belum tau (sensor), tapi kita pengennya semua umur, karena kan untuk keluarga. tapi belum ketahuan dapetnya sensor apa," kata Erwin.

Sementara itu menurut Tora banyak sentilan Warkop model lama juga dibumbui satir masa kini. Namun film komedi yang mengisahkan Alien yang turun ke bumi itu, bagian yang disukai Tora adalah skriptnya yang mengandung kritik sosial.

"Di sini banyak sentilan kaya warkop dulu, iya ada satir satir banyak. Kalo diwarkop kan nggak ada satir. Kalo di sini komedinya beda, jadi beda emang sih. Kalau gua seneng sih di sini sama skripnya. Pas dibaca sekali selintas emang nggak ada yang nempel tapi begitu dua tiga kali ternyata maknanya ini, kritik sosialnya semuanya tak tok tak tok kalau menurut gue ya," tukasnya.
(fbr/kmb)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed