Morgan Freeman dan Ketidaksetaraan Gender di Hollywood

Nugraha - detikHot
Senin, 22 Jan 2018 12:34 WIB
Foto: Morgan Freeman (Photo by Christopher Polk/Getty Images for Turner Image)
Jakarta - Morgan Freeman mendapat penghormatan sebagai Lifetime Achievement dalam ajang SAG Awards. Ia turun dari panggung meninggalkan sebuah pidato menyentuh.

Freeman menyampaikan pidato singkat mengenai ketidaksetaraan gender di Hollywood. Seperti diketahui, dalam beberapa bulan terakhir muncul banyak aktris wanita yang mengaku jadi korban pelecehan seksual.

"Saya tak akan melakukan ini, saya akan menceritakan apa yang salah dengan patung ini. Ini bekerja dari belakang, tapi dari depan, itu spesifik gender," ungkapnya dalam pidato tersebut.

Meski singkat dan padat, Freeman mendapatkan tepuk tangan meriah. "Ini di luar kehormatan, ini adalah tempat dalam sejarah," tuturnya.
Morgan FreemanMorgan Freeman Foto: Christopher Polk

Ia lantas mengucapkan terima kasih kepada SAG-AFTRA, anak-anaknya, rekan hidupnya, dan Rita Moreno. Nama terakhir adalah khusus karena ia memberikan penghargaan kepada Freeman.

Mereka sudah saling mengenal selama 50 tahun, keduanya pertama kali bekerja sama dalam serial anak-anak 'The Electric Company' pada 1971.

"Morgan jauh lebih dari sekadar aktor, narator, produser, kemanusiaan. Pria ini adalah harta nasional," puji Moreno.

"Morgan suka mengatakan bahwa jika Anda menjadi bintang, orang akan mendatangi Anda. Dan jika Anda tetap menjadi aktor, mereka akan pergi dan melihat cerita Anda," tambahnya.

Legenda film berusia 80 tahun itu kini memiliki Screen Actors Guild Award, dua Golden Globes, dan Oscar di lemari penghargaannya. Ia mengatakan kepada Variety, hampir saja kehilangan kariernya karena secara terang-terangan menolak sebuah naskah yang rasis.

"Saya ingin mengubah sikap orang. Tentang orang kulit hitam, tentang kita sebagai orang Amerika. Tentang Amerika sendiri," katanya.

Tahun lalu, Lifetime Achievement dalam ajang SAG Awards diterima oleh Lily Tomlin. Ia juga menjadi berita utama dengan pidato dan komentar yang dibuatnya di belakang panggung. Ketika itu, ia menyebut taktik politik presiden yang baru saja diresmikan seperti Nazi. (nu2/nu2)