DetikHot

movie

Tarling is Darling Turut Diputar di Ajang JAFF ke-12

Kamis, 07 Des 2017 18:22 WIB  ·   Usman Hadi - detikHOT
Tarling is Darling Turut Diputar di Ajang JAFF ke-12 Sutradara 'Tarling is Darling', Ismail Fahmi Lubish Foto: Usman Hadi
Yogyakarta - Film dokumenter yang masuk nominasi FFI 2017, 'Tarling is Darling' turut diputar dalam ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-12. Film mengangkat musik tarling dan kehidupan orang-orang di dalamnya.

Musik tarling adalah musik dangdut khas Indramayu yang terkenal dengan joget erotisnya. Para ulama, dalam film ini berupaya melarang aliran musik tarling, mereka menghendaki tarling dibuat bernuansa Islami.

Sutradara 'Tarling is Darling', Ismail Fahmi Lubish menerangkan, dia memang tertarik dengan musik tarling. Hal itu lah yang membuat dia termotivasi menggarap film ini. Terlepas dari justifikasi baik yang pro dan kontra atas musik ini.

"Kadang-kadang orang menyebut putih harus menjadi putih.Tetapi di dalam dunia nyata kadang-kadang putih bisa menjadi hitam, hitam bisa menjadi putih," kata Ismail, kepada detikcom di Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (7/12/2017).


"Musik tarling ini adalah kehidupan bagi mereka. Di film ini menceritakan sosok Kang Jaham, Kang Jaham ini cukup terkenal di sana. Sudut pandang dari Kang Jaham kemudian mewakili film ini," imbuhnya.

Ismail melanjutkan, sebenarnya film ini hadir untuk mempertanyakan moral. Apalagi setiap kelompok memiliki moralnya masing-masing. Sudut pandang moral yang beragam inilah yang kemudian ditampilkan di film ini.

"Terus saya sebagai sutradara tidak mau (menghakimi) ini yang benar, itu yang salah. Ini cerita yang sebenernya berat namun penyajiannya ringan. Film ini saya kerjakan dalam waktu hampir empat tahun," paparnya.

Salah satu penonton, Samsul (25) mengaku tertarik dengan film ini. Film 'Tarling is Darling' menurutnya adalah realita dan sudah membudaya di sebagian masyarakat, terutama masyarakat Indramayu.

"Saya suka film ini, film ini ringan tapi berbobot," ucapnya.

Sutradara 'Tarling is Darling', Ismail Fahmi Lubish saat menjelaskan isi film ke penonton di TBY, Kamis (7/12/2017).Sutradara 'Tarling is Darling', Ismail Fahmi Lubish saat menjelaskan isi film ke penonton di TBY, Kamis (7/12/2017). Foto: Usman Hadi
Chief of Publicist JAFF ke-12, Lidia Nofiani menambahkan, film dokumenter 'Tarling is Darling' adalah salah satu dari puluhan film Indonesia yang diputar dalam ajang JAFF yang digelar tanggal 1-8 Desember 2017.

"Tahun ini ada 114 film dari 22 negara dari Asia Pasifik yang ditayangkan di JAFF. 114 film ini dipilih dari sekitar 500-600-an film yang masuk ke kami, akhirnya terpilih 114 film dari 22 (negara) itu," ungkapnya.

Adapun ke-22 negara yang ambil bagian dalam JAFF kali ini ada Indonesia, Singapura, Thailand, Filipina, Kazakhstan, Kyrgyzstan, India, Tiongkok, Jepang, Sri Langka, Iran, Malaysia, Korea Selatan, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Timor Leste, Taiwan, Afganistan, Mongolia, Tajikistan dan Hongkong.
(dar/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed