Battle of Love: Pertarungan Cinta yang Menghibur

Battle of Love: Pertarungan Cinta yang Menghibur

- detikHot
Rabu, 01 Jun 2005 13:56 WIB
Battle of Love: Pertarungan Cinta yang Menghibur
Jakarta - Satu lagi aksi terbaru dari EKI Production setelah sukses dengan "Lovers and Liars". Kolaborasi film, musik, dan tari, yang mengiringi "Battle of Love" membuat pertunjukan ini cukup menghibur. "Battle of Love" berkisah tentang perebutan hak asuh anak dari dua orang tua yang sudah bercerai. Mereka adalah Sujiwo Tejo (Nanang Hape) dan Mellisa Karim (Tantri Wong). Berbeda dengan pertunjukan EKI sebelumnya, "Battle of Love" menggunakan dua media. Bergantian, film dan tari mengiringi jalan cerita persidangan hak anak antara Tantri dan Sujiwo Tejo. Segmen pertama dibuka dengan tarian yang diiringi lagu "Gambang Suling". Lagu yang dinyanyikan Sujiwo Tejo itu terasa indah dengan visualisasi tarian dari EKI Dancer. Selesai "Gambang Suling", penonton akan disuguhi film episode pertama tentang pembukaan sidang antara Tantri dan Sujiwo. Jika dalam pertunjukan tari live di atas panggung Gedung Kesenian Jakarta, Sujiwo Tejo tampil langsung, di versi film tokoh Sujiwo diperankan oleh Nanang Hape. Perseteruan pasangan tersebut diperkuat oleh Majelis Hakim yang diperankan oleh personel EKI dancer dan dua pengacara yaitu Inggrid Widjanarko serta Ayu Dyah Pasha. Pergantian antara tari dan film memang tak membuat penonton bosan. Apalagi lagu-lagu yang kebanyakan diambil dari album terbaru Sujiwo Tejo terasa cocok dengan alur cerita. Pertunjukan "Battle of Love" walau dipenuhi oleh nilai-nilai dan kisah tentang perseteruan dua ego namun tetap terasa ringan dan tak menggurui. Hal ini sepertinya karena ceritanya memang sengaja digarap dalam alur komedi. Selain terkesima dengan gerakan gemulai penari EKI, penonton juga dibuat tertawa oleh aksi bintang "Battle of Love" dalam presentasi film. Tontonan panggung atau drama musikal sering terkesan berat dan hanya cocok untuk sebagian kalangan saja. Menonton "Battle of Love" kesan tersebut pastinya sirna. Kisah cinta dan pertarungan ego yang rumit dikemas dalam pertunjukan yang kocak dan menghibur. Namun sayang beberapa kali sempat ada gangguan sound system sehingga sedikit mengganggu jalannya acara. Pertunjukan EKI masih akan berlangsung selama dua hari lagi. Hari Rabu (1/6/2005) dan Kamis (2/6/2005) pukul 20:00 "Battle of Love" masih bisa disaksikan di Gedung Kesenian Jakarta. Tiket pertunjukannya berkisar antara RP 75 ribu sampai 100 ribu. Sedangkan khusus pelajar sore ini pukul 16:00, ada sesi pertunjukan khusus dengan tiket Rp 50 ribu. (fta/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads