DetikHot

movie

Butuh Waktu Empat Tahun Garap Film 'The Lego Ninjago'

Jumat, 22 Sep 2017 09:05 WIB  ·   Ollivia Pratiwi - detikHOT
Butuh Waktu Empat Tahun Garap Film The Lego Ninjago Foto: The Lego Ninjago (imdb)
Jakarta -

Merek Lego telah bertahan dan terus berkembang selama bertahun-tahun sebagai produsen mainan yang tak hanya digemari oleh anak-anak saja. Banyak juga orang dewasa yang turut mengoleksi Lego.

Pada tahun 2014 lalu, 'The Lego Movie' dirilis dengan menampilkan banyak karakter-karakter ikonik seperti Batman, Han Solo dan Gandalf. Setahun sebelumnya, sekuel dari film tersebut, 'The Lego Ninjago' sudah diumumkan dan masuk tahap pengembangan di tahun 2014.

Film Lego adalah film yang dibuat dengan teknologi animasi komputer 3D yang diproduksi oleh Warner Animation Group. Kedua film tersebut disutradarai oleh Charlie Bean, Paul Fisher dan Bob Logan.

Butuh Waktu Empat Tahun Garap Film 'The Lego Ninjago'Foto: The Lego Ninjago (imdb)



'The Lego Ninjago' yang akan dirilis tanggal 23 September mendatang mengalami perjalanan panjang sejak diumumkan tahun 2013 silam. Film tersebut baru bisa memulai proses produksi di bulan maret 2016.

Pada awalnya, pencipta serial televisi 'Ninjago' Dan dan Kevin Hageman berada diposisi penulis skenario. Namun, pada diakhir nama keduanya tidak tercantum.

Warner Bros justru mencantumkan nama Bryan Shukoff dan Kevin Chesley sebagai penulis skenarion. Tidak ada pernyataan resmi mengenai hal tersebut. Namun, perbedaan pendapat dan tujuan biasa terjadi dalam proses produksi sehingga membuat salah satu pihak memilih untuk mundur.


Membuat film animasi memang membutuhkan lebih banyak waktu dari film biasa. Terhitung, butuh waktu sekitar 4 tahun untuk menyelesaikan film 'The Lego Ninjago'.

Selain, proses pembuatan animasinya, riset mengenai setting tempat yang akan diciptakan juga menyita cukup banyak waktu.

Sebab, film dari franchise Lego ini dibuat juga untuk mempromosikan produk mereka dan menarik perhatian para kolektor. Kota Ninjago sendiri, nampaknya banyak dipengaruhi oleh ornamen-ornamen Asia, seperti Cina dan Jepang yang diberi sentuhan modern.


(doc/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed