Tracee Ross, Kulit Hitam Pertama yang Menang Golden Globe Setelah 35 Tahun

74th Golden Globe Awards

Tracee Ross, Kulit Hitam Pertama yang Menang Golden Globe Setelah 35 Tahun

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Senin, 09 Jan 2017 09:22 WIB
Tracee Ross, Kulit Hitam Pertama yang Menang Golden Globe Setelah 35 Tahun
Foto: REUTERS/Mario Anzuoni
Jakarta - Setelah 35 tahun lamanya, akhirnya seorang perempuan dengan kulit berwarna kembali memenangkan sebuah piala di perhelatan Golden Globe. Adalah Tracee Ellis Ross yang berhasil memenangkan piala di ajang Golden Globes 2017 untuk kategori Best Performance by an Actress in a Television Series - Musical or Comedy.

Putri dari Diana Ross ini berhasil memenangkan kategori tersebut melalui perannya dalam serial televisi 'Black-ish'. Dalam perhelatan Golden Globe tahun ini, serial 'Black-ish' juga berhasil mendapat tempat dalam dua nominasi lainnya, yakni Best Performance by an Actor in a Television Series - Musical or Comedy dengan aktor Anthony Anderson dan Best Television Series - Musical or Comedy.

'Black-ish' bercerita mengenai drama komedi keluarga dari Dre Johnson yang diperankan oleh Anthony Anderson. Ia pun harus berusaha mempertahankan identitas budaya asalnya ketika tinggal di tengah-tengah lingkungan kulit putih dan kelas menengah ke atas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam serial televisi ini Tracee Ellis Ross berperan sebagai Rainbow, istri dari Dre Johnson.

Tracee Ross, Kulit Hitam yang Menang Golden Globes Setelah 35 TahunFoto: Frazer Harrison/Getty Images


Kemenangannya ini mengukirkan sejarah baru. Pasalnya, perempuan kulit hitam terakhir yang memenangkan piala dalam ajang Golden Globe adalah Debbie Allen dalam kategori yang sama di tahun 1982.

Debbie Allen pun tampak memberi dukungan kepada Tracee Ellis Ross dan Issa Rae, dua perempuan dengan kulit berwarna yang dinominasikan dalam kategori tersebut. Sebelum pemenang diumumkan, melalui akun Twitternya, Allen bahkan telah memberi selamat kepada keduanya.

Ketika Ross pada akhirnya benar-benar menang, dalam pidatonya ia berkata, "Ini ku peruntukan kepada semua perempuan, kepada semua perempuan dengan kulit berwarna, orang-orang dengan kulit berwarna, yang cerita, ide, dan pemikirannya tak selalu dipertimbangkan sebagai sesuatu yang bermakna, valid, dan penting. Namun aku ingin kalian tahu, aku melihat kalian, saya melihat kalian."

(srs/dal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads