\'Catatan Akhir Sekolah\'
Hanung Bramantyo: Film ini Rough!
Sabtu, 26 Mar 2005 18:42 WIB
Jakarta - Satu lagi film Indonesia bertemakan remaja mewarnai perfilman Indonesia. Jika anda mengharapkan cerita cinta-cintaan yang manis di film 'Catatan Akhir Sekolah' (CAS) garapan Rexinema ini, anda salah besar!"SMA itu kan penuh dinamika oleh karena itu penataan artistik, komposisi gambar di film ini sangat rough. Karena saya sesuaikan dengan moodnya anak-anak SMA yang dinamis, labil, dan nggak pernah selesai," tutur sutradara Hanung Bramantyo saat peluncuran film ini di Hard Rock Cafe, Sabtu (26/3/2005).Mungkin Rexinema bosan dengan film-film remaja belakangan yang isinya melulu tentang cinta. Dibintangi oleh wajah-wajah baru seperti Ramon Y Tungka, Marcel Chandrawinata, Vino G Bastian, Joanna Alexandra, film ini memotret anak-anak SMA dari sisi yang berbeda. Menurut Hanung, bukanlah suatu masalah memakai bintang-bintang baru dalam filmnya. "Semua film yang ada Dian Sastrowardoyo atau Nicolas Saputranya pasti laku, di film ini kita nggak mau ngikutin trend itu," lanjutnya lagi.Film yang waktu penggarapannya hanya 29 hari ini, menelan biaya Rp 2,5 miliar! "Kita pakai sekolah asli, karena susah kalau studio kita set jadi sekolah. Proses penggarapannya sendiri dijadwalkan satu bulan, tapi karena sistem di Rexinema yang sudah mapan akhirnya bisa selesai dalam waktu 29 hari," papar lulusan IKJ ini.'Catatan Akhir Sekolah' bercerita tentang tiga orang siswa kelas tiga SMA, Agni (Ramon Y Tungka), Alde (Marcel Chandrawinata), dan Arian (Vino G Bastian). Mereka merasa bak pecundang, karena kurang eksis di sekolah. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat film dokumenter tentang sekolah yang sekaligus menjadi pembuktian bahwa mereka eksis. Dalam perjalanan pembuatan film itu lah kemudian muncul konflik-konflik yang dialami anak-anak SMA pada umumnya. (dit/)











































