Film tentang Wiji Thukul Akan Diputar Perdana di Kompetisi Film Internasional Swiss

Film tentang Wiji Thukul Akan Diputar Perdana di Kompetisi Film Internasional Swiss

Devy Octaviany - detikHot
Kamis, 14 Jul 2016 10:54 WIB
Film tentang Wiji Thukul Akan Diputar Perdana di Kompetisi Film Internasional Swiss
Foto: Istimewa
Jakarta - Kabar membanggakan dibawa sineas asal Tanah Air dari kompetisi film internasional yang digelar di Swiss. Dalam gelaran Locarno International Film Festival ke-69, sutradara asal Yogyakarta Yosep Anggi Noen berjudul 'Istirahatlah Kata-kata' akan diputar di sana.

Menurut Yosep Anggi, film tersebut bercerita tentang hidup penyair Wiji Thukul yang berada dalam masa pelarian di tahun 1996 setelah peristiwa kerusuhan 27 Juli 1996.

Film ini menjadi karya film panjang kedua bagi Yosep Anggi, setelah 'Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Membaca puisi-puisi Wiji Thukul adalah membaca catatan harian tentang rumah sederhana, nasi, roti yang tak terbeli dan cerita-cerita tetangga. Wiji menunjukkan bahwa puisi mampu disusun dari keseharian, bukan saja bunga-bunga kata. Wiji menyajikannya dalam puisi yang lugas sekaligus lugu sehingga sangat efektif mencatat jaman dan mengoreksi kekuasaan pada masa itu," tutur sang sutradara.

Baca Juga: Alexander Skarsgard Bicara tentang Perannya di 'The Legend of Tarzan'

'Istirahatlah Kata-Kata' yang memiliki judul internasional 'Solo, Solitude' ini masuk dalam kompetisi pada sesi Concorso Cineasti del presente. Yakni ajang kompetisi para pembuat film dari berbagai belahan dunia yang terpilih berkompetisi untuk film pertama atau keduanya.

Sebelumnya, 'Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya' pertama kali juga ditayangkan pada kompetisi yang sama pada 2012.

"Film ini didedikasikan untuk penonton Indonesia. Terutama generasi muda. Segera kami akan membawa film ini pulang dan mengusahakannya tayang di bioskop Indonesia," tutur sang Produser, Yulia Evina Bhara.

Film ini terwujud lewat kolaborasi beberapa pihak. Di antaranya Yayasan Muara, KawanKawan Film, Partisipasi Indonesia, dan LimaEnam Films. Terlibat di dalamnya sebagai pemain adalah Gunawan Maryanto (sebagai Wiji Thukul), Marissa Anita (pemeran Sipon, istri Wiji), Eduwart Boang, Arswendy Nasution, Davi Yunan dan Melanie Subono.

(doc/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads