Bersaing dengan 'Star Wars', Film-film Indonesia Ini Juga Sukses di Box Office

Bersaing dengan 'Star Wars', Film-film Indonesia Ini Juga Sukses di Box Office

Devy Octaviany - detikHot
Jumat, 08 Jan 2016 10:31 WIB
Bersaing dengan Star Wars, Film-film Indonesia Ini Juga Sukses di Box Office
Foto: Mahardian Prawira Bhisma
Jakarta -

Desember lalu, sejumlah film nasional harus berbagi layar dan bersaing dengan film paling ditunggu di dunia 'Star Wars: The Force Awakens.' Kekuatan The Force memang sangat dahsyat, tapi film-film nasional juga menuai hasil yang cukup baik.

Memang tak ada data yang dikeluarkan pihak bioskop mengenai jumlah penonton 'Star Wars: The Force Awakens'. Tapi, untuk film nasional sudah mulai keluar jumlah penontonnya.

Menurut filmindonesia.or.id, persaingan film nasional yang panas menempatkan 'Single' dengan capaian jumlah penonton terbanyak. Film yang ditulis, dibintangi dan disutradarai Raditya Dika itu berhasil menyedot angka 1.141.023 penonton.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'Bulan Terbelah di Langit Amerika' membuntuti dengan angka 838.383 penonton. Bukan tak mungkin film yang disutradarai Rizal Mantovani itu akan menembus angka sejuta penonton beberapa pekan mendatang. Hingga saat ini film tersebut masih tayang di bioskop.



'Negeri Van Oranje' yang tayang perdana pada 23 Desember lalu, saat ini sudah menyedot 391.158 penonton. Diikuti 'Ngenest (280.025) dan 'Sunshine Becomes You' yang dibintangi Herjunot Ali serta Nabilah JKT48 dengan meraup 274.083 penonton.

“Terbukti kalau kita berkarya dengan baik, membuat film berkualitas, filmnya bisa berhasil diantara film import yang dianggap besar,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Film Indonesia (APFI), Chand Parwez.

 

Parwez menambahkan, jika mau dihitung lagi lebih rinci, jumlah penonton kelima film nasional tersebut sudah menyentuh ke angka lebih dari 3,5 juta penonton. “Menurut saya ini merupakan bukti nyata. Buat apa sih kita buka kran film dari luar, Dana Negatif Investasi bioskop mau dicabut memang kita tidak melihat bahwa film itu sebagai cagar budaya yang harus dilindungi. Lebih baik hadapi dengan sikap produktif,” ungkapnya.

 

(ich/ich)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads