Talents Tokyo merupakan program workshop intensif untuk sutradara dan produser muda Asia Timur dan Asia Tenggara kerjasama Pemerintah Kota Tokyo, Dewan Kesenian Tokyo, Japan Foundation, Tokyo FILMeX, Berlinale Talents dan Goethe-Institute Tokyo. Sejak 2014, penyelenggara memulai inisiatif untuk mendukung pembiayaan bagi alumninya yang terbagi menjadi pembiayaan development dan pembiayaan untuk promosi internasional.
Mouly menjelaskan dalam workshop tersebut, selain sesi kelas, setiap peserta diberi kesempatan untuk mempresentasikan proyeknya. empat orang ahli menganalisis setiap proyek dari berbagai aspek, seperti penyutradararaan, produksi dan kelayakan investasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kebetulan alumni Talents Tokyo yang pertama tahun 2010 kemarin. Waktu itu paling berkesan karena dibimbing langsung oleh Hou Hsiao-Hsien, Apitchapong Weerasetakhul dan Abbas Kiarostami," kata pemenang Piala Citra untuk Sutradara Terbaik lewat film 'Fiksi'.
Mouly membawa proyek 'What They Don't Talk About When They Talk About Love', yang kemudian berkompetisi di Sundance International Film Festival tahun 2013. Rekan sekelasnya, Anthony Chen dari Singapura membawa proyek 'Ilo-Ilp' yang kemudian menang Camera d'Or Award di Cannes Film Festival 2013.
'Marlina The Murderer in Four Acts' yang ditulis Garin Nugroho ini juga akan dipaparkan pada Asian Project Market di pagelaran Busan International Film Festival akhir pekan ini.
(ich/ich)











































