'The Interview' pertama kali dirilis untuk publik secara online bertepatan dengan Hari Natal, 25 Desember lalu. Penayangan perdana itu merupakan hasil negosiasi setelah pelarangan tayang sama sekali.
Berselang satu minggu, giliran Kanada yang memberanikan diri untuk menayangankan. Film yang dibintangi Seth Rogen dan James Franco itu tayang serentak di 27 jaringan bioskop di Kanada per 2 Januari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sony Pictures baru saja memngkonfirmasi bahwa 'The Interview' akan rilis di Inggris bulan depan, tepatnya 6 Februari. Hanya di bioskop," ujar salah satu media masa perfilman Inggris, Empire, seperti dilansir detikHOT, Kamis (8/1/2014).
Polemik yang terjadi di film 'The Interview' tak lain disebabkan oleh jalan ceritanya. Dikisahkan, dua wartawan Amerika Serikat secara tidak sengaja direkrut oleh badan intelejen Amerika Serikat saat mereka hendak melakukan wawancara dengan Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un.
Perekrutan itu bertujuan untuk membunuh Kim Jong-Un yang dianggap diktator dan berbahaya bagi dunia. Tak pelak Korea Utara langsung bereaksi dengan mengecam penayangan film tersebut.
Di waktu yang bersamaan, Sony Pictures Entertainment diretas dengan ancaman teror. Para hacker mengatakan akan menyerang bioskop-bioskop yang memutar 'The Interview'.
'Dunia akan penuh dengan ketakutan. Ingat dengan kejadian 11 September 2001. Kami sarankan Anda untuk menjaga diri jauh dari tempat itu. (Jika rumah Anda di dekatnya, Anda akan lebih baik pergi.) Apa pun yang datang dalam beberapa hari mendatang dikarenakan keserakahan Sony Pictures Entertainment," demikian potongan surat ancaman yang dikirimkan para hacker.
Di sisi lain, 'The Interview' mendapat sorotan yang luar biasa. Ketika dirilis pertama kali, 'The Interview' langsung sukses mengumpulkan US$ 15 juta atau sekitar Rp 186,8 miliar melalui penjualan secara online. Sekaligus menjadikan 'The Interview' film terlaris Sony Pictures Entertainment sepanjang masa.
(mif/mmu)











































