Film 'Tanah Mama' Siap Rilis di 3 Kota

Film 'Tanah Mama' Siap Rilis di 3 Kota

- detikHot
Selasa, 23 Des 2014 15:04 WIB
Film Tanah Mama Siap Rilis di 3 Kota
Jakarta - Satu lagi sebuah karya film dokumenter akan siap menghiasi layar komersial untuk disaksikan publik secara luas. Sebuah film berjudul 'Tanah Mama' karya sutradara debutan Asrida Elisabeth siap menyambangi jaringan bioskop 21 di tiga kota yakni Jakarta, Bandung dan Jogjakarta mulai 8 Januari 2014.

Film ini merekam kehidupan Halosina, seorang ibu di Papua yang hidup di perkampungan ladang di lembah pedalaman Yahukimo, sekitar lima jam jalan kaki dari pinggiran kota Wamena. Perempuan yang dipanggil 'mama' itu harus berjuang menghidupi diri dan empat anaknya setelah suaminya kawin lagi. Tanah ladang yang dibukakan oleh sang suami sudah tak subur lagi sehingga tak bisa ditanami. Namun, karena lebih memperhatikan istri keduanya, yang juga beranak banyak, maka Halosina tak bisa mengandalkan lelaki itu lagi untuk memberinya ladang.

Walhasil, di tengah himpitan kelaparan anak-anaknya, Halosina terpaksa mencuri ubi di ladang adik iparnya sendiri. Namun, ikatan kekeluargaan itu ternyata tak membuat Halosina terbebas dari hukuman. Pemilik ladang dan ketua adat tetap bersikeras bahwa Halosina harus membayar denda seharga satu ekor babi, atau sekitar Rp 500 ribu. Tak punya uang sepeser pun, Halosina akhirnya kabur dari desanya, dan 'bersembunyi' di rumah saudaranya di kampung sebelah. Namun, ancaman denda terus mengejarnya, walau ia dengan gigih berupaya menempuh jalan damai dengan membujuk dan meminta maaf sang adik ipar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya senang film ini akhirnya bisa disaksikan oleh umum. Lewat film pertama saya ini saya ingin berbagai cerita tentang Papua, yang selama ini sepertinya jauh sekali dari Indonesia. Semoga dengan adanya film ini, kita semua semakin baik memahami masyarakat Papua," ujar Asrida usai pemutaran terbatas yang menandai diluncurkannya film ini di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Senin (22/12/2014)

Diputar perdana bertepatan dengan momen hari ibu, film berdurasi 62 menit ini terasa sangat relavan dengan isu aktual tentang kehidupan kaum perempuan di Indonesia yang pada sebagian masih terus dibayang-bayangi isu kemiskinan dan ketakberdayaan. Faktor perempuan ini pula yang membuat produser Nia Dinata memutuskan untuk memfasilitasi produksi film ini.

'Tanah Papua' merupakan bagian dari Project Change, sebuah proyek lokakarya yang memfasilitasi produksi dan distribusi film dengan isu-isu kemanusiaan, yang diinisiasi oleh Kalyana Shira Foundation yang dirikan Nia pada 2006. Proyek ini telah dijalankan sejak 2008 dan karya Asrida merupakan hasil Project Change yang ketiga.

"Saya langsung tertarik dengan ide yang diajukan oleh Asrida yang sudah hampir lima tahun tinggal di Wamena dan memiliki kedekatan dengan komunitas mama-mama di Yahukimo. Saya kemudian menyaksikan sendiri bahwa para mama itu adalah sosok yang tegar dan luar biasa di tengah kehidupan yang sangat keras," tutur Nia.

Untuk memperluas jangkauan film ini, selain memutarnya di jaringan bioskop komersial, Nia juga sudah siap dengan alternatif distribusi yang lain. "Saya akan perlakukan film ini seperti film Senyap, siapapun, komunitas maupun kampus, yang ingin menonton film ini, nanti kami sediakan file-nya, bisa ditonton ramai-ramai," janji Nia Dinata.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads