Paduan Musik dan Film di Premiere Konser 'Mantan Terindah'

Paduan Musik dan Film di Premiere Konser 'Mantan Terindah'

- detikHot
Kamis, 06 Nov 2014 10:50 WIB
Paduan Musik dan Film di Premiere Konser Mantan Terindah
Jakarta - Setelah rangkaian kegiatan roadshow di 22 kampus di 7 kota dengan gerakan #SejutaKisahMantan, film ‘Mantan Terindah’ tayang perdana di Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Rabu (5/11). Acara premiere ynag digelar memiliki konsep yang cukup unik.

Konsep yang diusung oleh Berlian Entertainment dan Keana Production untuk pemutaran perdana film yang terinspirasi dari salah satu lagu karya Yovie Widianto ini adalah live scoring, dimana lagu-lagu yang menjadi soundtrack film ‘Mantan Terindah’ dibawakan langsung di hadapan penonton.

“Mungkin konsep ini belum pernah dilakukan oleh pelaku industri film Indonesia,” kata Marcella Zalianty selaku produser.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Eksekutif Produser Dino Hamid, ide pembuatan film berawal dari konser 30 tahun Yovie Widianto ‘Irreplaceable’ yang kemudian dikemas dalam bentuk album dan kini divisualisasikan ke layar lebar. Kemudian tercetuslah ide untuk memasukkan unsur musik yang merupakan inspirasi awal cerita ke dalam sebuah film selain dari lagu sountrack.

“Yaitu dengan membuat konser kecil yang mengiringi setiap cerita dalam film yang sedang dimainkan. Kami ingin menjadikan konser-album-film menjadi kesatuan,” ujar Dino.

Konser tersebut dibuka dengan penampilan Andien yang membawakan lagu ‘Kasih Putih’, dilanjutkan duet Hedi Yunus dan Angela Nazar dalam lagu ‘Hanya Sebatas Mimpi’ ciptaan Yovie Widianto. Dua pemeran utama Karina Salim dan Edward Akbar tampil sebagai penutup membawakan lagu yang menjadi judul film ini.

Ketiga lagu tersebut diaransemen ulang oleh komposer Aghi Narotama dengan melibatkan 10 pemain musik yang terdiri dari string sections. “Secara keseluuhan saya menyiapkan 39 score untuk film ini,” ujar Aghi.

‘Mantan Terindah’ mulai tayang di bioskop hari ini, Kamis (6/11). Marcella Zalianty mengatakan bahwa film ini tidak hanya menampilkan drama cinta biasa, tetapi bicara mengenai karakter metafisik.

“Seseorang yang memiliki special gift. Film ini bercerita tentang takdir dan bagaimana kita sebagai manusia menyikapinya dengan menerima atau justru berusaha mengubahnya,” pungkas Marcella.

(ich/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads