"Sama kayak yang pertama, cerita aslinya dibungkus sedikit fiksi, akhirnya terciptalah suatu konsep cerita yang intinya anak-anak itu harus melalui sebuah proses yang nggak enak. CJR kehilangan seorang sahabat," ujar sutradara Patrick Effendy kepada detikHOT.
Patrick merupakan produser yang turut berjasa melambungkan nama Coboy Junior hingga memiliki jutaan penggemar remaja dan anak-anak di seluruh Indonesia. Kali ini ia mendapat kepercayaan langsung untuk mengarahkan film tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana mereka menerima kondisi sekarang, dan jadikan itu sebagai semangat baru untuk membuat mereka yang tinggal bertiga ini menjadi lebih hebat lagi, sukses lagi. Mau mengajarkan bahwa kehilangan, perpisahan adalah suatu proses yang harus dilewati, tetapi skalanya untuk lebih ke remaja dan anak-anak, jadi nggak terlalu berat," jelasnya.
'CJR The Movie 2' awalnya memilih San Francisco dan Los Angeles sebagai lokasi pengambilan gambar film mereka selain di Jakarta. Namun lokasi syuting beralih ke Melbourne dan Sydney, Australia.
Menurut Patrick, kedua kota tersebut cukup mewakili feel film ini untuk cerita road trip dalam masa transisi CJR, kota metropolitan yang artistik namun juga tenang. "Tempat yang paling asik buat nenangin diri. Pas banget dengan cerita kita, berhubungan dengan ceritanya si Patrick (diperankan Abimana Aryasatya) juga," imbuhnya.
Film produksi Falcon Pictures ini juga didukung oleh Arie Keriting, Rio Dewanto, Ernest Prakasa dan Surya Saputra.
detikHOT berkesempatan untuk meliput langsung secara eksklusif proses pengambilan gambar 'CJR The Movie 2' di Australia sejak pertengahan Oktober lalu. Seperti apa prosesnya? Simak terus ya, Comate!
(ich/ich)











































