Syuting di 9 Negara
|
|
"Kadang-kadang dengan google map saya jadi tahu lokasi bagus, modal google map. Luar biasa sekali bisa berkelana di dunia, membayangkan perbatasan-perbatasan dunia," ucap Jujur yang banyak membantu Danial membangun struktur cerita dan dialog.
Negara-negara yang dipilih sebagai lokasi syuting berkaitan dengan plot cerita perjalanan sang tokoh utama. Dengan lokasi yang beragam, tentunya penonton akan disuguhi keindahan visual dari tiap-tiap lokasi.
Cerita Transformasi Spiritual
|
|
Cerita dalam film ini bukan soal orang yang naik haji dengan cara backpack yang berbiaya minim. Tapi lebih terfokus pada kisah perjalanan spiritual sang tokoh utama, Mada (Abimana Aryasatya) yang kembali menemukan Tuhan.
Mengangkat cerita drama spiritual,Danial mengambil banyak kisah inspiratif dari cerita sufi. Danial menulis cerita bersama Jujur Prananto.
"Dari cerita berbeda dengan buku yang ada, cerita ini pergolakan batin sehingga saya banyak ambil kisah-kisah inspiratif dari sufi bagaimana mereka berinteraksi, dari titik nol sampai pencerahan,"ujar Danial beberapa waktu lalu.
Film 'Haji Backpacker' menceritakan tentang sosok Mada (Abimana Artasatya), yang patah hati. Karena marah pada kenyataan. Ia lantas memutuskan untuk nenjadi backpacker dan hidup bebas. Bahkan, ia juga meninggalkan Tuhan, keluarga dan teman-temannya.
Pada dunia luar yang bebas, Mada menemukan kebahagiaan ragawi. Namun, merasa kosong secara rohani. Di saat yang penuh kerapuhan inilah, tangan Tuhan mengajaknya untuk kembali melalui serangkaian peristiwa. Berkelana dari satu negara ke negara lainnya, menyingkap kesadaran demi kesadaran Mada bahwa Tuhan sebenarnya mencintai dan selalu menjaganya dengan aturan yang sempurna.
Bujet Lebih dari US$ 1 juta
|
|
Produser 'Haji Backpacker', Frederica mengungkapkan pihaknya sudah mengeluarkan biaya sebesar US$ 1 juta atau sekitar Rp 11,8 miliar untuk produksi film tersebut.
"Yang pasti logistic cost, equipment, perizinan sangat memakan biaya besar," ujarnya kepada detikHot, Rabu (11/6/2014).
"Terutama untuk syuting di India dan Thailand. Cost syuting dan permit di dua negara itu sangat besar," lanjutnya.
Frederica mengatakan biaya tersebut hanya untuk proses syuting, belum termasuk biaya post production seperti editing, pewarnaan dan lain-lain.
"Kita memang mau bikin film yang berbeda jadi memang wajar costnya sangat besar," ucapnya.
Bertabur Bintang
|
|
'Haji Backpacker' akan menjadi film kedua Danial sebagai sutradara. Dari segala segi baik teknis maupun cerita, film ini memiliki tantangan dan tingkat kesulitan yang lebih dari film Danial sebelumnya.
"Terbesar dari segala segi. Tingkat kesulitan , skala penggarapan, kedalaman cerita, teknik syuting yang akan ada animasi, fighting, dan drama," kata Danial di kantor Falcon Pictures beberapa waktu lalu.
Selain Abimana, 'Haji Backpacker' juga dibintangi oleh artisΒartis ternama seperti Dewi Sandra, Laudya Cynthia Bella, Laura Basuki, Pipik Dian Irawati (istri alm. Uje), Ray Sahetapy, Dion Wiyoko, dan Kenes Andari.
Soundtrack yang Menyentuh
|
|
'Aku Pulang' pun dipilih menjadi hits dalam album ini. Selain itu, Dewi Gita juga ikut menyumbang suara dalam album ini.
Berduet dengan vokalis grup band Blackout, Azizi, mereka menyanyikan lagu 'Doa'. Istri mendiang Ustad Jeffry atau Uje, Pipik juga menyumbang suara di lagu 'Pergi Haji'.
Suara Uje juga muncul dalam lagu tersebut. Nama terakhir yang muncul dalam album ini adalah Ammir yang juga menciptakan lagu untuk Dewi Sandra membawakan lagu 'Allahu Akbar'.
Keistimewaan album ini pun ditutup dengan lagu-lagu lama yang sempat dibawakan oleh Uje. Mulai dari 'Bidadari Surga', 'Shalawat Cinta' hingga 'Serpihan Cinta'.
Halaman 2 dari 6











































