Mengintip Racikan Musik di Film 'Tabula Rasa'

Mengintip Racikan Musik di Film 'Tabula Rasa'

- detikHot
Rabu, 27 Agu 2014 14:29 WIB
Mengintip Racikan Musik di Film Tabula Rasa
(dok.LifeLike Pictures)
Jakarta - Tak hanya kuliner Barat dan Timur yang dipadukan dalam 'Tabula Rasa', musik yang akan mengisi film juga perpaduan dari dua budaya yang berbeda. Musik untuk film ini memasukkan unsur klasik yang dipadukan dengan kontemporer.

Irama khas dari triton, tifa, talempong, saluang, bansi, serunai dipadukan bersama melodi dari biola, cello, guitarlele, akordion serta sebuah grand piano yang berumur lebih dari 50 tahun.

Versi digital original soundtrack dari Tabula Rasa berisikan 24 track akan dirilis pada 23 September mendatang. Nantinya soundtrack ini tidak hanya akan dirilis dalam bentuk CD, namun juga dalam versi piringan hitam (vinyl).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini cara kita menyambut masa kini sambil tetap menghargai, menghormati dan belajar dari masa lalu," ungkap Indra Perkasa selaku music director mengenai pembuatan piringan hitam soundtrack Tabula Rasa.

Proses di balik pembuatan scoring oleh Indra dituangkan dalam sebuah video dalam channel Youtube TabulaRasaFilm. Indra bercerita dalam behind the scene yang dibuat oleh Yandy Laurens, sutradara muda berbakat pemenang XXI Short Film Festival 2013 dengan karyanya β€˜Wan An".

"Di setiap prosesnya Tabula Rasa seperti menuntun saya untuk keluar dari zona nyaman saya. Untuk terus belajar menemukan hal-hal baru yang inspiratif,” ujarnya.

'Tabula Rasa' adalah sebuah film bergenre drama keluarga yang mengangkat budaya dan masakan Minang. 'Tabula Rasa' bercerita tentang Hans adalah seorang pemuda dari Serui, Papua, yang mempunyai mimpi menjadi pemain bola profesional. Namun nasib berkata lain, dan ketika Hans hampir kehilangan harapannya untuk hidup, ia bertemu dengan Mak, pemilik rumah makan Padang (lapau). Di tengah perbedaan Hans dan Mak, mereka menemukan persamaan. Makanan merupakan iktikad baik untuk bertemu, dan lewat makanan dan masakan, Hans kembali menemukan mimpi dan semangat hidup.

Film ketiga dari LifeLike Pictures yang disutradarai Adriyanto Dewo dan diproduseri oleh Sheila Timothy akan mulai tayang di bioskop pada 25 September 2014. Tagline Tabula Rasa adalah β€œMakanan adalah iktikad baik untuk bertemu”.

Lewat masakan dan makanan keempat karakter ini bertemu, berusaha saling memberikan harapan dan semangat. Lewat masakan dan makanan, mereka berusaha saling memahami dan meleburkan perbedaan-perbedaan yang ada. Lewat masakan dan makanan pula, Hans mendapatkan sebuah pelajaran yang berharga tentang hidup. Mungkinkah Hans mendapat kesempatan yang baru untuk memulai kembali hidupnya tanpa adanya sebuah prasangka yang buruk?

(ich/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads