"Rusia opening weekend itu dapat US$ 700 ribu, dan kawasan Eropa Timur sudah tembus US$ 1 juta," ujar CEO SCM Sutanto Hartono saat jumpa pers di Urban Kitchen, Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014).
Sejak awal bekerjasama dengan Olive Branch Productions, Sutanto memang lebih fokus untuk mengedarkan film 'The Philosophers' di pasar internasional. "Paling susah tembus pasar Amerika, tapi kita dapat distributor tapi belum dapat data penontonnya, di sana judul filmnya 'After The Dark', kalau di Rusia judul tetap 'The Philosophers'," lanjut Sutanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inti ceritanya secara singkat berawal dari sebuah sekolah internasional di Jakarta. Seorang guru filsafat menantang kelasnya yang terdiri dari dua puluh siswa senior. Mereka harus memilih sepuluh diantara mereka yang akan berlindung di sebuah bunker dan memulai kembali peradaban manusia setelah terjadinya kiamat nuklir.
'The Philosophers' juga masuk dalam kompetisi di Neuchatel International Fantastic Film Festival, 7 Juli 2013. Selanjutnya masuk dalam Fantasy FilmFest, 21 Agustus 2013. Di Amerika Serikat, Kanada, Hong Kong dan sejumlah negara Eropa film ini sudah beredar, sementara di bioskop Indonesia baru akan tayang pada 12 Juni 2014.
(ich/mmu)











































