Menurut pemeran Uco dalam 'The Raid 2: Berandal' itu, dengan adanya pelarangan penayangan, maka orang-orang yang ingin menonton dapat mengunjungi negara yang memperbolehkan.
"Ini bisa jadi daya tarik pariwisata sebetulnya. Kalau orang-orang Malaysia segitu mau nontonnya, ya udah tingggal ke sini (Indonesia), ke Singapura, atau ke Thailand. Nggak usah repot, sekarang tiket murah banyak tuh," selorohnya saat ditemui akhir pekan lalu di JCC Plenary Hall Senayan Jakarta, Jakarta Pusat
Dari berbagai sumber dikatakan bahwa pencekalan yang dilakukan Malaysia terkait adegan kekerasan yang dianggap terlalu sadis. Penampakan darah yang terlalu banyak, serta kata-kata 'kotor' yang sering diteriakkan para para pemeran pun menjadi alasan.
Meskipun begitu, aktor kelahiran Meinz, Jerman itu tidak mau ambil pusing. Baginya, sah-sah saja jika suatu negara memberikan peraturan yang berbeda mengenai sensor film yang masuk ke negara masing-masing.
"Ya begitulah, setiap negara yang punya Lembaga Sensor Film (LSF) pasti punya aturan baru. Kalau Malaysia melarang ya disayangkan aja, tapi nggak ada masalah. Ini sebuah film, ada yang suka dan tidak," jelasnya.
"Mungkin bisa ditetapkan saja regulasi, untuk 17 tahun ke atas, di bawah umur, dan ada bimbingan orang tua. Semua orang bisa nilai mana yang boleh, mana yang nggak," pungkasnya.
(hap/ich)











































