BALINALE 2014 Tampilkan Film Global Terbaik dengan Fokus pada Tema Perempuan

BALINALE 2014 Tampilkan Film Global Terbaik dengan Fokus pada Tema Perempuan

- detikHot
Selasa, 11 Mar 2014 10:53 WIB
BALINALE 2014 Tampilkan Film Global Terbaik dengan Fokus pada Tema Perempuan
Jakarta - Bali International Film Festival (juga dikenal sebagai BALINALE) berusaha menggelar acara yang lebih mengesankan dan inovatif dengan hadirnya film pemenang penghargaan dari seluruh dunia. Semua jenis film termasuk dokumenter dan pendek akan ditayangkan selama satu minggu penuh yang berlangsung di Bali pada 12-18 Oktober 2014.

Di tahun ke-8 ini, BALINALE akan fokus pada 'Wanita dalam Film' dengan menyadari kontribusi besar yang dibuat oleh perempuan dalam semua aspek dari proses pembuatan film. Pembuat film, penulis, produser, sutradara dan pemain akan diundang untuk berbagi pandangan unik mereka baik dari Indonesia maupun internasional.

Selain berafiliasi dengan Asian Film Commissions Network’s (20 negara anggota) dan Asia Pacific Screen Awards sebagai Consulting Organization di Indonesia, tahun ini BALINALE bermitra dengan program American Film Showcase (AFS). Bulan lalu, dua sineas Amerika Freida Mock dan Richard Pearce mengadakan diskusi interaktif, lokakarya, dan kelas master pada sinematografi di Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

BALINALE akan melanjutkan program ini dengan mempersembahkan serangkaian film AFS sampai menjelang festival. Pertama kali di Indonesia, Sundance Institute Film Forward menunjuk BALINALE sebagai mitra pelaksana, akan menjadi tuan rumah pameran film, lokakarya dan diskusi dengan sineas pada 6-13 September 2014.

Di awal tahun 2014 ini, BALINALE mendapat kepercayaan dan harapan dari institusi pemerintah, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang telah memproduksi tiga film dengan dibintangi Lukman Sardi dan Happy Salma. Badan Pemeriksa Keuangan Indonesia juga mendaftarkan diri pada festival tahun ini sebagai sarana sosialisasi film 'BPK'.

BALINALE juga mendukung 'Desa Inspirasi' beachwalk Alang-Alang dengan meluncurkan festival program nasional jangka panjang dan menyajikan film dalam format langka 16mm Kodachrome (sekitar 1939) yang berwarna. Film menunjukkan sekilas kehidupan menarik di Bali pada saat itu.

(ich/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads