'The Last Stand': Selamat Datang Kembali, Mr. Schwarzenegger!

'The Last Stand': Selamat Datang Kembali, Mr. Schwarzenegger!

- detikHot
Jumat, 01 Feb 2013 11:15 WIB
The Last Stand: Selamat Datang Kembali, Mr. Schwarzenegger!
Jakarta - Di sebuah perbatasan antara Amerika Serikat dan Mexico City, ada sebuah kota kecil bernama Sommerton Junction. Para penduduknya ramah, kehidupan mereka damai dan keadaan nampak sangat tenang. Sheriff lokal yang bernama Ray Owens (Arnold Schwarzenegger) menikmati masa tuanya di kota tenang ini bersama para anggota-anggotanya: Mike Figuerola (Luiz Gusman), Sarah Torrance (Jaimie Alexander) dan seorang rookie bernama Jerry Bailey (Zach Gilford).

Sampai akhirnya suatu hari Ray menemukan sesuatu yang janggal dengan kehadiran truk raksasa yang dikendarai oleh Thomas Burell (Peter Stormare). Kecurigaannya ini mengantarkannya ke sebuah mayat petani dan baku tembak di tengah ladang.

Sementara itu di Las Vegas, Agen John Bannister (Forest Whitaker) berusaha keras untuk mengamankan gembong narkotika kelas kakap, Gabriel Cortez (Eduardo Noriega). Ternyata Cortez lebih cerdik ketimbang Bannister. Menggunakan sebuah mobil yang kecepatannya sanggup mengalahkanhelikopter, Cortez tak hanya berhasil melarikan diri namun juga menculik salah satu anak buah Bannister, Agen Ellen Richards (Genesis Rodriguez).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bannister dan seluruh timnya pun segera membuat perencanaan untuk menangkap Cortez yang kemungkinan kecil akan melewati Sommerton Junction. Yang tidak dikethaui Bannister: Ray dan kawan-kawan sudah menyiapkan diri mereka, bersama senjata-senjata api koleksi Lewis Dinkum (Johnny Knoxville) untuk melawan sang penjahat.

'The Last Stand' adalah film 'resmi' yang menandai kembalinya Arnold Schwarzenegger di layar perak. Lupakan penampilan tidak pentingnya dalam 'The Expendables 2' yang biasa-biasa saja itu, 'The Last Stand' memiliki semua hal yang Anda butuhkan dalam sebuah film action.

Produser Lorenzo di Bonaventura menggandeng sutradara Kim Ji-woon, sutradara Korea Selatan yang berbakat. Film-filmnya seperti 'A Tale of Two Sisters' dan 'I Saw The Devil' mendapatkan pengakuan dari seluruh dunia. Dalam 'The Last Stand', Kim Ji-woon berhasil meramu cerita dari Andrew Knauer yang sebenarnya biasa-biasa ini menjadi sangat menarik.

Kim Ji-woon berhasil membubuhkan drama yang cukupan, komedi yang sangat kuat dan tentu saja berbagai macam adegan action yang memacu adrenalin. Kim Ji-woon mengajak sinematografer Kim Ji-yong dan berhasil membuat look 'The Last Stand' berbeda dengan film action kebanyakan. Angle-angle kameranya unik dan sekilas mengingatkan saya kepada film Kim Ji-woon yang memecahkan box-office Korea, 'The Good, The Bad and The Weird'.

Walaupun Arnold Schwarzenegger tampak kaku ketika mengucapkan dialog, jangan meremehkan dia ketika sudah mulai beraksi. Adegan klimaks bersama Eduardo Noriega sendiri sudah menjadi alasan yang pasti kenapa Anda harus menonton film ini.

Sementara itu Johnny Knoxville dan Luiz Gusman yang kebagian tugas sebagai orang-orang yang kocak, tidak hanya berhasil memerankan karakter mereka dengan baik. Lebih dari itu mereka juga menambah keragaman karakter-karakter unik dalam 'The Last Stand'. Rodrigo Santoro dan Jaimie Alexander walaupun terasa sekali hanya sebagai tempelan tampil lumayan menghibur berkat penampilan fisik mereka yang rupawan.

'The Last Stand' memang bukanlah film action yang avant-garde seperti 'Inception'. Film ini justru terasa 'cetek' dengan dialog-dialognya yang serba over-the-top. Tapi tidak seperti kebanyakan film action yang tidak menyadari kedangkalannya, 'The Last Stand' menggunakan kebodohannya untuk menghibur kita semua. Dan itu adalah alasan utama kenapa Anda harus menonton film ini. Oh ya, dan juga untuk kembali bereuni dengan Mr. Arnold Schwarzenegger.

Candra Aditya penulis, pecinta film. Kini tengah menyelesaikan studinya di Jurusan Film, Binus International, Jakarta.

(mmu/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads