Gambaran indah ini berakhir ketika ayahnya, yang tak lain pejuang demokrasi Myanmar Jenderal Aung San, dibunuh lawan politiknya secara brutal. Dalam tayangan lambat, kamera menangkap ekspresi damai menyelimuti wajah sang jenderal saat perlahan menutup matanya pada detik-detik sebelum ditembak.
Cerita kemudian beralih ke Oxford, Inggris. Sang putri, Suu Kyi (Michelle Yeoh), sudah hidup nyaman di sana sebagai ibu rumah tangga bersama suaminya yang profesor sejarah, Michael Aris (David Thewlis), dan dua putra mereka yang sudah remaja. Seperti jamaknya ibu rumah tangga, keseharian Suu Kyi mengurus pakaian kotor, mengecek apakah anak-anaknya sudah mengerjakan pekerjaan rumah, dan dia mengisi waktu luang dengan membaca buku.
Namun rutinitas sebagai ibu rumah tangga yang ‘damai’ kemudian terpaksa ditinggalkan Suu Kyi. Pada 1988, Suu Kyi pulang ke Yangon karena ibunya terkena stroke. Dari sinilah, perjalanan dan perjuangan politis perempuan anggun ini dimulai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
-----
Edisi terbaru Majalah Detik (edisi 19, 9 April 2012) mengupas tuntas PKS di Koalisi dengan tema ‘PKS (Belum) Tamat’, juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas Cagub dan Cawagub DKI "Rock ‘n’ Roll Jokowi-ahok", berita komik 'Harga Sembako Emoh Turun’, Internasional 'Hari yang Cerah di Negeri Suu kyi’, rubrik gaya hidup 'Kepungan Mitos Bayi Tabung’, rubrik seni dan hiburan dan review film 'The Lady', WKWKWK 'Apes Artis Ingin Bersinar’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!
(hkm/hkm)










































