'Semoga FFI Tak Lagi Mendiskriminasi Film Pendek'

'Semoga FFI Tak Lagi Mendiskriminasi Film Pendek'

- detikHot
Selasa, 13 Des 2011 19:04 WIB
 Semoga FFI Tak Lagi Mendiskriminasi Film Pendek
Jakarta - Ajang bergengsi bagi insan perfilman Tanah Air Festival Film Indonesia (FFI) 2011 baru saja digelar beberapa waktu lalu. Namun, ada sebuah momen mengecewakan dalam acara yang disiarkan langsung oleh stasiun televisi RCTI itu.

Saat film pendek 'Bermula dari A' diumumkan sebagai pemenang, ternyata momen itu tidak disiarkan langsung alias off-air. Saat sang sutradara film itu BW. Purba Negara didaulat maju ke pentas untuk menerima piala Citra, ia pun melontarkan kritik tajam.

"Selamat malam. Kalau nggak salah ini off-air ya? Ternyata FFI masih mendiskriminasi film pendek," ujarnya seraya disambut sorakan riuh dan tepuk tangan penonton. "Sebenarnya kalau mau bicara perkembangan film Indonesia, jangan hanya lihat film panjang tapi juga film pendek," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian, Purba pun menyampaikan pidatonya tentang film pendek berjudul 'Bermula dari A' itu. Diceritakannya, film yang juga meraih Ladrang Award dalam Festival Film Solo 2011 itu berkisah tentang sepasang remaja yang memiliki keterbatasan fisik alias difable (different ability people).

Kemenangan film pendeknya di FFI 2011 itu pun dipersembahkannya kepada berbagai pihak yang telah mendukung, termasuk sahabat-sahabatnya penyandang difable. "Film ini tidak mungkin ada tanpa dukungan dari teman-teman difable, sahabat-sahabat terbaik saya. Dari merekalah film ini ada dan untuk mereka film ini ada," katanya.

Purba mengaku memang banyak belajar dari mereka. "Dari teman-teman tuna netra saya justru bisa belajar bagaimana melihat. Saya justru bisa belajar mendengar dan berbicara lebih baik dari teman teman tuna rungu dan wicara," katanya.

"Dari situ saya menjadi yakin bahwa pada dasarnya semua manusia itu adalah buta, bisu dan tuli. Maka kita memerlukan cinta yang mengajarkan kepada kita cara untuk melihat, cara untuk mendengar dan cara untuk berbincang dengan lebih baik. Terima kasih. Semoga di tahun depan FFI tidak mendiskriminasi film pendek. Merdeka!" pekiknya berapi-api.

Pidato singkat Purba itu sepertinya sangat mengena. Buktinya, ia langsung mendapatkan sambutan tepuk tangan riuh hadirin usai menyampaikan kritik tajamnya tersebut.

Kekecewaan serupa dilontarkan juga oleh sutradara film 'Sang Penari' Ifa Isfansyah. Sebagai filmmaker yang mengawali kiprahnya dari film pendek, ia menyayangkan dan menganggap menyedihkan karena kategori Film Pendek Terbaik FFI 2011 tidak ditayangkan secara langsung.

"Ada perubahan, ya ada perubahan tapi saya cukup hmm apa ya...menyedihkan ketika ada off air. Film Pendek Terbaik tidak disertakan di on air tapi pada saat jeda iklan. Itu buat saya harus diubah. Masalahnya apa sih? Bisa didialogkan. Kalau masalahnya durasi bisa dibicarakan. Buat saya itu mengenaskan,"tandasnya.

(bar/mmu)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads