Ibunda Manohara Ungkap Kronologi Premanisme yang Dialami

Ibunda Manohara Ungkap Kronologi Premanisme yang Dialami

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Selasa, 13 Okt 2026 19:39 WIB
daisy fajarina
Ibunda Manohara Ungkap Kronologi Premanisme yang Dialami. (Foto: Febryantino Nur Pratama)
Jakarta -

Ibunda Manohara Odelia Pinot, Daisy Fajarina, resmi mengadukan pihak manajemen berinisial J beserta sejumlah oknum petugas keamanan ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026). Pengaduan tersebut dilayangkan atas dugaan tindakan tidak menyenangkan atau premanisme yang dialaminya di gedung kawasan Kemang.

Kuasa hukum Daisy, Erles Rareral, mengatakan pengaduan kliennya telah diterima oleh pihak kepolisian. Ia menyebut laporan tersebut akan ditindaklanjuti dan pihaknya menunggu informasi perkembangan perkara.

"Oke, puji Tuhan sesuai dengan rencananya hari ini kita datang untuk memberikan pengaduan ya, laporan pengaduan kita atas peristiwa yang dialami oleh Ibu Daisy, klien kami di sini. Dan laporan kita sudah diterima dengan baik, puji Tuhan sudah diterima dengan baik, dan akan diproses menurut informasi Jumat atau Senin nanti akan dikabari mengenai perkembangan dari laporan ini," kata Erles di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persoalan tersebut bermula ketika Daisy hendak memenuhi pesanan 15 boks air mineral milik pelanggan tetap. Namun, menurut Daisy, pihak manajemen baru di gedung tidak mengizinkannya mengeluarkan barang tersebut.

ADVERTISEMENT

Daisy mengaku telah berusaha meminta izin agar pesanan itu bisa dibawa keluar. Ia menjelaskan bahwa usahanya bergerak di bidang restoran dan sudah hampir sebulan tidak beroperasi akibat situasi pembongkaran gedung. Pesanan air mineral tersebut menjadi salah satu sumber pemasukan yang masih bisa diandalkan sekaligus cara menjaga hubungan dengan pelanggan.

"Nah sesampainya saya di sana, saya tetap tidak diizinkan. Saya sampai memohon, 'Gimana kok ini namanya penyanderaan barang kan. Saya hanya, memang tugas kami, pekerjaan kami adalah restoran gitu loh, dan restoran kita ini udah hampir 1 bulan dari sejak tanggal 2 kita udah nggak operasi lagi karena situasi pembongkaran gedung dan lain-lain sebagainya. Sedikit sekali yang kita dapat income dari air ini, tapi kita harus menjaga relationship dengan customer kita kan' gitu. 'Oh tetap tidak bisa'," kata Daisy.

Situasi kemudian memanas ketika Daisy berusaha membawa sendiri satu kardus air mineral untuk memenuhi pesanan pelanggan. Namun, ia mengaku akses keluar telah ditutup dan dirinya didorong oleh salah seorang petugas keamanan.

"Iya. Jadi Mama tuh bawa nenteng air kan, karena Mama. 'Kenapa orang cuman air kok pesenan orang, ini pesenan orang lho Pak, air, saya bisa malu kalau Anda tahan' gitu kan. Karena itu sudah regular customer. Nah Mama bawa, Mama kan kekuatan Mama cuman bawa satulah ya kardus yang isi air 24 botol gitu. Mama bawa keluar, pintunya sudah ditutup. Didorong!" kata Daisy.

Atas kejadian tersebut, Daisy bersama kuasa hukumnya memutuskan menempuh jalur hukum. Erles menegaskan pihak yang diadukan mencakup J, sejumlah pihak dari manajemen, serta beberapa petugas keamanan yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Pihaknya juga mengaku telah menyerahkan sejumlah bukti untuk mendukung pengaduan, termasuk foto petugas keamanan dan rekaman video terkait kejadian yang dilaporkan.

"Kita laporkan di sini saudara J ya, dan kawan-kawan manajemennya ya, serta beberapa security itu. Dan kita sudah serahkan foto daripada anggota security tersebut, serta video ya, jadi sudah lengkap. Tinggal saja mereka yang mempertanggungjawabkan perbuatan mereka yang sangat-sangat memalukan dan mengecewakan," kata Erles.

Sementara itu, Daisy mengaku terkejut dengan perlakuan yang diterimanya. Ia menyebut tidak menyangka persoalan pengambilan pesanan air mineral tersebut berujung pada situasi yang membuatnya merasa terintimidasi.

Daisy juga mengungkapkan bahwa usaha yang dirintisnya baru berjalan sekitar lima bulan. Ia menyayangkan kejadian tersebut terjadi ketika usahanya tengah menghadapi kesulitan operasional.

"Bener-bener seperti kayak penyanderaan. Saya kaget banget dengan sikap mereka itu benernya, Mama tuh nggak nyangka deh diperlakukan kayak gitu loh. Sama sekali bener nggak nyangka banget, shock banget," pungkas Daisy.



(fbr/mau)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads