"Meskipun banyak kabar Harry Potter akan terlambat masuk Indonesia, saya nggak akan berharap apa-apa lagi. Saya baru akan percaya kalau memang sudah benar ada di bioskop Indonesia," ujar salah seorang moderator komunitas Indo Harry Potter, Shafiq pada detikhot via telepon, Rabu (13/7/2011).
Kekecewaan Shafiq memang beralasan, komunitas Indo Harry Potter rutin menyelenggarakan nonton bareng setiap tahunnya. Mereka biasanya datang dengan berbagai atribut khas Harry Potter. Tahun ini tampaknya event nonton bareng harus ditunda sampai waktu yang tidak jelas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Johny Syafrudin mengungkapkan, kisruh soal pajak film impor sudah menemukan sedikit titik terang.
Menurut Johnny, pemerintah akan menunda untuk mengenakan pajak royalti 10% film impor selama dua tahun ke depan. Keputusan tersebut diambil agar para penikmat film Indonesia bisa kembali menyaksikan film-film Hollywood.
(ich/mmu)










































