FPI Anggap Masalah Artis Porno Lebih Besar Ketimbang Bom Buku

- detikHot
Senin, 02 Mei 2011 14:27 WIB
Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) menggelar aksi di depan rumah produksi K2K di jalan Dr. Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (2/4/2011). Lantaran tidak dapat bertemu dengan sang produser KK Dheeraj, FPI akhirnya melemparkan telur tepat ke pintu rumah produksi itu.

Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas pun menyampaikan aspirasinya di kantor rumah produksi tersebut. Ia menuntut para produser film di Indonesia jangan hanya mengambil keuntungan semata dengan mendatangkan bintang porno dari luar negeri.

Ia pun minta supaya pemerintah dan polisi menghentikan film sejenis 'Pocong Mandi Goyang Pinggul' atau 'Suster Keramas'. "Tapi nggak kalo nggak ada tanggapan, kami sanggup ambil alih tugas kepolisian," Lanjutnya.

Menurut Habib Salim maraknya bintang porno yang bermain film di Indonesia merupakan masalah yang lebih besar. Bahkan lebih besar ketimbang masalah bom yang akhir-akhir ini juga marak terjadi.

"Kita mau mengingatkan K2K selalu mencari masalah, rentetan film mereka sudah merusak moral anak bangsa, ya film 'Hantu Datang Bulan', Tera Patrick, eh sekarang Sasha Grey, ini bom moral. Kalau bom buku itu nggak masalah, itu mah kecil," Tegas Habib yang juga akrab disapa Habib Selon itu.

"Jadi ini tempat (kantor K2K) memang tidak baik, teroris moral dan akhlak ya mau bikin anak diperkosa orang tua ya karena pornografi!!" Tambahnya.

Aksi laskar pimpinan Habib Salim Alatas itu pun hanya berlangsung sekitar lima belas menit. Mereka membubarkan diri usai berorasi dan melempari telur. Sampai saat ini sejumlah Polisi dari Polda Metro Jaya pun masih berjaga di depan kantor rumah produksi KK Dheeraj.

(kmb/hkm)