Industri film negara seribu pulau ini diberi tantangan untuk memenuhi kebutuhan hiburan rakyatnya sendiri, dalam hal ini di dunia layar lebar. Jika kontroversi tambahan bea masuk hak distribusi film impor, menurut pemain 'Alangkah Lucunya (Negeri Ini)' itu pemerintah sudah bertindak benar.
"Kalau besar kecilnya pajak biar pemerintah dan saya rasa juga sudah benar. Tinggal bagaimana menyikapi selanjutnya. Ya seharusnya pekerja film Indonesia harusnya senang dengan kondisi seperti ini. Diberi kesempatan untuk pasokan lebih banyak. Kalau (penonton Indonesia) nggak mau datang ke bioskop, karena mutunya juga jelek," kata Tio saat ditemui di jumpa pers 'Indonesia Exploride' di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (20/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Good, kalau Hollywood mau cabut, ya cabut. Nggak masalah kok. Kalau masalahnya orang-orang yang terlibat di industri di bioskop yang diperdulikan, iya harus dipikirkan. Tapi dengan insan film, ini kesempatan baik untuk membuktikan ke Indonesia dan dunia bahwa kita bisa memenuhi kebutuhan bioskop, tapi balik lagi mutunya," ungkap pria yang naik daun di film 'Cinta Dalam Sepotong Roti' arahan Garin Nugroho pada tahun 1990 itu.
(ebi/ebi)











































