"Itu karena dipaksa sama teman-teman dan saya rasa adegan yang nggak merusak film ya ngecat," ujarnya saat ditemui di PPHUI, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/6/2010).
Dalam film yang disutradarai Lola Amaria itu, Noe memang muncul sesaat. Ia menjadi orang yang mengecat rumah orangtua Sekar (Titi Sjuman). Sekar merupakan tokoh utama dalam film yang mengisahkan tentang kehidupan Tenaga Kerja Wanita (TKW) tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya ambil analogi dari makanan, renyah itu enak di lidah, bergizi itu di tubuh. Saya
inginnya film ini tidak hanya enak ditonton tapi bisa masuk ke pikiran dan hati," jelas putra Emha Ainun Nadjib itu.
Meski menjadi produser 'Minggu Pagi di Victoria Park,' Noe ternyata tidak mau bandnya eksis di film perdananya tersebut. Dalam salah satu adegan misalnya, band yang justru terlihat melalui posternya, malah Kangen Band.
"Kita harus obyektif. Ketika riset memang yang paling disukai oleh mereka (TKW) adalah Kangen Band," ujarnya.
(eny/eny)











































