"Hanya saya sendirian. Saya hanya membawa peralatan yang muat dengan tas ransel saya," ujar Amit yang kini tinggal di Singapura, seperti dilansir Twitchfilm, Senin (25/4/2010).
Awalnya, Amit sempat menggandeng seorang asisten produksi saat melakoni syuting di Bali. Namun, ia menyuruh sang asisten pulang karena terlalu menuntut, terutama masalah uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amit mengaku sudah melakukan riset di Bali sejak 2007 lalu. Ia pun tinggal di sana selama satu bulan untuk melakukan wawancara dengan beberapa penduduk lokal. Hingga akhirnya, pada November 2008, ia melakukan syuting perdana 'Cowboys in Paradise'. Namun, karena tidak puas dengan hasilnya, ia kembali ke Pulau Dewata pada Januari 2009.
'Cowboys in Paradise' menampilkan kisah petualangan para gigolo yang beroperasi di Pantai Kuta. Film tersebut pun mendapat penolakan dari masyarakat Bali. Mereka keberatan karena film tersebut menganggap Pantai Kuta sebagai surganya para gigolo.
(hkm/iy)











































