Eko Patrio Menyayangkan Pelarangan 'Balibo'

Eko Patrio Menyayangkan Pelarangan 'Balibo'

- detikHot
Kamis, 03 Des 2009 11:18 WIB
Eko Patrio Menyayangkan Pelarangan Balibo
Jakarta - 'Balibo', film yang berkisah lima wartawan Australia di Timor Timur pada 1975 gagal tayang di JiFFest 2009 karena tidak lulus sensor. Bersama Komisi X DPR, Eko Patrio siap meminta keterangan Menbudpar Jero Wacik dan LSF.

Komisi X DPR berencana akan memanggil Menbudpar Jero Wacik dan Lembaga Sensor Film (LSF). Pemanggilan kedua pihak tersebut untuk meminta penjelasan seputar pelarangan penayangan 'Balibo'.

"Kita akan panggil Menbudpar untuk minta penjelasan dan minta tidak ada sensor atau edit. Dengan sendirinya kita nanti akan mengundang LSF," kata anggota Komisi X Eko Patrio di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Eko pun menyayangkan adanya pelarangan tersebut. Baginya, peristiwa sejarah harus diinformasikan kepada publik.

"Ini bukan soal konflik atau salah TNI atau apa. Tapi memang wartawan yang meninggal. 'Balibo' jangan terlalu dipersulit penayangannya," pintanya.

(gus/hkm)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads