Tokoh Masyarakat: Itu Ulah Provokator!

Protes Film Julia Roberts

Tokoh Masyarakat: Itu Ulah Provokator!

- detikHot
Sabtu, 17 Okt 2009 13:15 WIB
Tokoh Masyarakat: Itu Ulah Provokator!
Jakarta - Beberapa waktu lalu tersiar kabar bahwa warga Bentuyung, Ubud minta denda ratusan juta rupiah akibat syuting film 'Eat, Pray, Love' dimajukan. Namun hal tersebut terjadi karena ulah provokator.

"Itu ulah provokator. Oknumnya ada dua orang. Inisialnya DS dan GAO. Mereka bukan warga asli Bentuyung," ujar I Wayan Tangsi saat ditemui detikhot di Bentuyung,Ubud, Bali, Jumat (16/10/2009) malam.

Pria berkumis itu menjelaskan, menurutnya warga asli Bentuyung, Ubud, Bali tidak pernah meminta denda kepada tim produksi film yang dibintangi Julia Roberts itu. Apalagi nilainya hingga ratusan juta Rupiah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kompensasi sepuluh juta itu diberikan kepada empat desa yang dijadikan lokasi syuting. Uang tersebut untuk biaya kebersihan, parkir dan lainnya," tambahnya.

Akibat jadwal syuting dimajukan satu hari, DS dan GAO memanas-manasi warga untuk protes dan meminta denda.Β  Kini Pecalang telah menahan identitas dari kedua orang tersebut. Lalu apakah warga akan melaporkan ke polisi?

"Kita lihat saja nanti," tutupnya.

(hkm/ebi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads