Aktris Asri Welas mengungkapkan rencananya terkait koleksi kebaya bersejarah miliknya yang telah turun-temurun dari sang nenek. Meski sangat mencintai barang tersebut, ia mengaku tidak bisa mewariskan kepada anak kandung karena ketiga buah hatinya berjenis kelamin laki-laki.
Sebagai solusi agar tradisi keluarganya tetap terjaga, Asri Welas memutuskan untuk menyimpan seluruh koleksi kebaya tersebut bagi para calon menantunya kelak. Baginya, setiap kebaya bukan sekadar busana formal, melainkan jembatan cerita antargenerasi yang memiliki nilai emosional sangat tinggi dan harus terus dirawat.
"Aku nggak punya anak perempuan, tapi nanti aku wariskan buat mantu-mantuku," kata Asri Welas saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (26/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keinginan tersebut muncul karena bintang sinetron Suami-Suami Takut Istri itu merasa memiliki kedekatan personal dengan kebaya. Ia merasa perlu menjaga warisan dari orang tua.
"Aku menurunkan kepada anakku seperti ibuku, balik lagi semua kita belajar kebaya dari orang tua kita," ujar Asri Welas.
Koleksi yang disimpan ibu tiga anak itu merupakan barang-barang yang memiliki sejarah panjang dalam silsilah keluarganya. Salah satu bukti kecintaannya terhadap warisan lama adalah ketika ia memilih mengenakan kebaya pernikahan milik ibunya untuk digunakan kembali pada momen lamarannya sendiri.
"Kebaya ibuku menikah aku jadikan kebaya lamaranku. Jadi semua tentang kebaya itu dari eyangku, semua kebaya eyangku aku pakai lagi. Bukannya pelit, tapi list-nya, brokatnya itu nggak keluar lagi di era sekarang, modelnya nggak ada lagi. Jadi semakin lama kebayanya, semakin pengen aku pakainya," terangnya.
Baginya, keunikan desain dan detail pengerjaan kebaya zaman dahulu memiliki kualitas yang sulit ditemukan pada rancangan modern. Selain aspek estetika, kekuatan utama dari busana tradisional ini terletak pada memori yang tersimpan di dalam setiap jahitan kainnya.
"Karena modelnya, desainnya sama ceritanya begitu dekat sama kita sehingga kita pengen mengulang dan menceritakan kembali. Kalau memang kebaya itu memang asal dari rumah dan kita pakai, ya ampun terbayang-bayang dan sampai sekarang masih aku simpen," pungkasnya.










































