Bertrand Antolin Berduka Ayah Sambung Meninggal

Bertrand Antolin Berduka Ayah Sambung Meninggal

Pingkan Anggraini - detikHot
Minggu, 26 Jul 2026 18:09 WIB
Betrand Antolin saat ditemui di RSCM.
Bertrand Antolin berduka Foto: Hanif Hawari/detikHOT
Jakarta -

Artis Bertrand Antolin menyampaikan klarifikasi resmi melalui akun media sosial pribadinya. Klarifikasinya terkait duka yang baru saja menerpa keluarganya, yaitu kehilangan ayah.

Dalam unggahan tersebut, Bertrand merasa perlu meluruskan beberapa hal terkait kabar meninggalnya sang ayah agar tidak timbul simpang siur di publik.

Bertrand menegaskan almarhum yang meninggal dunia bukanlah ayah kandung, melainkan sosok ayah sambung yang telah membesarkannya sejak kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi Bertrand harus menginformasikan dan meluruskan yang meninggal itu bukan papa kandung, bukan Papa Juhel, tapi melainkan papa sambung yang sudah menjadi ayah saya sejak saya usia dua tahun. Walaupun berpisah sama nyokap dari gua umur 19, tetap dia bapak gua. Sekali lagi terima kasih," ujar Bertrand, dikutip detikcom, Minggu (26/7/2026).

ADVERTISEMENT

Selain meluruskan identitas almarhum, Bertrand juga menyampaikan permohonan maaf kepada kerabat, teman-teman, hingga jajaran pejabat yang berniat memberikan ucapan duka maupun mengirimkan karangan bunga.

Ia membeberkan alasan di balik keputusan keluarga untuk menggelar prosesi duka secara tertutup tanpa menggunakan rumah duka.

Bertrand sengaja tidak membalas pesan terkait alamat rumah atau tempat persemayaman. Semua karangan bunga, termasuk dari pejabat terpaksa ditolak agar keluarga tidak terdistraksi.

Seluruh rangkaian acara dilakukan langsung dari rumah sakit, kamar jenazah, hingga kremasi.

Mulai dari bolak-balik ke rumah sakit, mencari peti jenazah, hingga mengurus pastor untuk last rights (sakramen terakhir) dan misa, hanya diurus oleh Bertrand dan adiknya. Ibu mereka baru dikabarkan dan diizinkan hadir saat prosesi kremasi.

Proses yang begitu cepat meninggalkan rasa duka yang mendalam serta berbagai emosi yang masih harus diproses oleh pihak keluarga. Bertrand membeberkan adanya rasa kekecewaan terkait penanganan medis sebelum sang ayah meninggal dunia.

"Saya dan keluarga masih berduka, masih butuh ngeproses banyak hal ya, mulai dari rasa sedih, marah, kecewa, mulai dari diagnosa yang kurang tepat, tindakan medis yang mungkin kurang tepat, sehingga semua itu terjadi," sambungnya.

Meski berat dan masih berusaha mencerna keadaan, Bertrand berusaha untuk pasrah dan menerima ketetapan ini.

"Tapi kalau... we're still processing. Kalau kata kakak gue yang Muslim sudah qadarullah. We're still processing," tutur Bertrand.



(pig/pus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads