Main Stage

Feel Koplo Cerita tentang Serunya Garap A Culture A 6

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Kamis, 08 Jul 2021 13:09 WIB
Feel Koplo saat berkunjung ke kantor detikcom dalam program Main Stage.
Feel Koplo. Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Feel Koplo tak ingin selamanya dikenal lewat remix dangdut dari lagu-lagu karya orang lain. Duo disjoki beranggotakan Maulfi Ikhsan da Tendi Ahmad itu juga ingin memiliki karya buatan mereka yang dapat dinikmati banyak orang.

Berangkat dari hal itu, Feel Koplo pun merilis A Culture A 6. Dalam mini album itu, mereka menyuguhkan tiga lagu karya sendiri dan tiga lagu remix dari lagu milik Rocket Rockers, Closehead dan The Panturas.

"Memang ingin, selama ini kami cuman ngerespons karya orang lain. Masa sih kami nggak mau emang bikin karya yang kami bikin dari nol. Capaian kami itu kalau manggung tuh kan biasanya penonton (nyanyi bareng di lagu yang) memang karyanya sunda populer, sampai akhirnya ingin penonton nyanyi pakai karya original," kata Ikhsan dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Rencana untuk membuat karya orisinal itu mulai muncul sejak 2019. Pada mulanya, mereka ingin membuat album penuh berisikan 12 lagu karya mereka sendiri. Tetapi, dengan berbagai pertimbangan, akhirnya mereka mengeluarkan mini album terlebih dahulu.

"Tadinya mau full album, 12 lagu sendiri. Bisa sih kayaknya, tapi pas dipikir-pikir takut audience-nya kaget karena image-nya Feel Koplo kan cover, edit lagu orang. Gimana kalau mini album saja dulu, tiga-tiga. Tiga ori, tiga remix, ngetes pasar dulu," ujar Tendi.

Mereka pun menganggap mini album A Culture A 6 sebagai bahan pembelajaran. "Biar ketahuan responsnya gimana atau kesalahannya apa, baru next-nya album," sambung Tendi.

A Culture A 6 rupanya memiliki cerita penggarapan yang terbilang seru. Tiga lagu remix digarap dalam waktu singkat. Sementara, tiga lagu karya asli mereka menghabiskan waktu kurang lebih enam bulan sejak pertama kali proses pembuatan dimulai.

Dalam menggarap materi lagu, Feel Koplo memiliki cara yang terbilang unik. Setelah merampungkan satu lagu, mereka tidak langsung menganggap lagu itu telah selesai dibuat.

Feel Koplo saat berkunjung ke kantor detikcom dalam program Main Stage.Feel Koplo saat berkunjung ke kantor detikcom dalam program Main Stage. Foto: Dikhy Sasra

Ikhsan dan Tendi memilih mendiamkan dulu lagu tersebut. Setelah berjarak beberapa hari, mereka baru mendengarkan ulang lagu itu. Di situ mereka baru memastikan apakah lagu benar-benar selesai atau ada hal yang perlu diperbaiki.

"Setelah lagu beres, didiemin dulu. Biar mateng lah," tutur Ikhsan. "Karena kadang-kadang bikin lagu, eh hype-nya ini enak, enak nih, ternyata besoknya beda. Kami sistemnya disimpan dulu terus dengerin lagi," sambung Tendi.

Ketika menggarap A Culture A 6, mereka dibantu oleh Alyuadi Febryansyah atau Aldi dari Heals sebagai produser. Bagi Feel Koplo, peran Aldi dalam penggarapan mini album tersebut terbilang krusial.

"Kami berdua tetap yang megang kendali, tapi ada satu orang dibantu sama co-producer, Aldi namanya. Karena si ikhsan sukanya apa, saya sukanya apa," jelas Tendi. "Gue inginnya gini, Tendi inginnya gini. Ada Aldi di situ penengah," timpal Ikhsan.

Untuk lagu remix, dipilihlah Gurita Kota (The Panturas), Hari Untukmu (Rocket Rockers), dan Berdiri Teman (Closehead) untuk masuk dalam album.

Ada beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi mengapa Feel Koplo memilih lagu-lagu tersebut. "Rocket Rockers dan Closehead memang lagunya kami suka banget. Memang jaman-jaman masih sekolah suka dengerin, ngefans lah. Pada akhirnya bisa (kolaborasi). The panturas ya masih sebarudak lha, umur juga nggak jauh," urai Ikhsan.



Simak Video "Asik! A Culture A 6 ala Feel Koplo"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dal)