Main Stage

Superblue Jadi Album yang Selamatkan Elephant Kind

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Jumat, 25 Jun 2021 11:05 WIB
Elephant Kind_Profil_Main Stage Detikcom
Elephant Kind. Foto: Rafida Fauzia
Jakarta -

Lebih dari satu tahun lalu, Elephant Kind memulai 2020 dengan penuh optimisme. Mereka berencana membuat sebuah konser di Jakarta yang diikuti oleh tur ketiga kota lainnya. Rupanya, untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, pandemi virus Corona datang melanda Indonesia.

Mau tak mau, rencana itu harus urung dilancarkan. Padahal saat itu, tiket dari konser mereka hampir terjual habis. "Mungkin ada sense of disappointment juga. Kami juga dealing sama masalah masing-masing, itu yang membuat perasaan lost," kata Bayu dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Setelah sejumlah rencana yang tidak berjalan mulus, ada beberapa kejadian yang membuat masing-masing personel harus fokus dengan urusan pribadi masing-masing.

Bayu saat itu tengah berusaha bangkit dari rasa kehilangan setelah ditinggal berpulang oleh salah seorang anggota keluarga. Sedangkan Bam berfokus pada proses penyembuhan penyakit yang sempat ia jalani.

"Gue di Elephant Kind gitu, gue orangnya cukup hands on, gue kalo bisa let's say, take control biar bisa semuanya berjalan. Di 2020 gue nggak ngerasa harus kayak gitu kayaknya semuanya jadi lupa cara kami bekerja bersama tuh gimana. Karena gue sendiri gue sudah lost," tutur Bam Mastro.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan hilangnya waktu bertemu bersama di awal masa pandemi. Bayu bercerita, biasanya para personel Elephant Kind berkumpul setiap minggunya, entah untuk latihan atau sekadar menghabiskan waktu bersama. Adanya pembatasan sosial di masa pandemi membuat kebiasaan itu harus hilang sementara.

Elephant Kind_Profil_Main Stage DetikcomElephant Kind di Main Stage detikcom. Foto: Rafida Fauzia

Beruntung hal tersebut tidak berlangsung berlarut-larut. Ketiganya sama-sama masih menyimpan semangat untuk bermusik dan membuat karya baru bersama-sama.

Semangat itu yang menjadi modal mereka untuk menggarap Superblue, album yang kelak menyelamatkan band mereka. Bagaimana tidak, bagi para personel Elephant Kind, menggarap album tersebut membuat mereka kembali memiliki tujuan bersama dan mengingatkan kembali tujuan mereka bergabung bersama dalam satu band.

"Semangat itu kayak datang lagi saja out of nowhere. Gue selalu percaya band itu nggak bakalan berhenti kecuali emg udh death aja orang-orangnya. Selama masih alive dan personel-personelnya bisa terus main, ya band itu bakal tetap jalan," jelas Bam.

Membuat Superblue

Berbekal semangat yang masih menyala, para personel Elephant Kind pun sepakat untuk berkumpul di sebuah vila untuk membuat materi yang dapat mereka gunakan di album selanjutnya.

Vila yang mereka sewa pun jauh dari kesan tempat untuk berlibur. Mereka justru menyewa sebuah vila di daerah Parung, Jawa Barat.

Hal itu sebenarnya sempat membuat Bam Mastro ragu. Namun, kemudian ia justru mensyukuri keputusan mereka untuk berkumpul bersama dalam vila tersebut. Sebab, setelah kembali menghabiskan waktu bersama, ketiga personel Elephant Kind kembali memiliki tujuan yang sama.

"Sebenarnya pas ke vila pun di perjalanan, soalnya vilanya aneh gitu, bukan yang kayak kami ke Bali atau gimana, gue sempet yang di tengah jalan kayak, 'Perlu nggak ya ini sebetulnya', tapi pas nyampe gue happy. Dan menurut gue kalo tanpa inisiasi idea ke sana yang nggak jelas awalnya, mungkin tanpa itu, kami masih nggak tahu arahnya. Menurut gue emang butuh (berkumpul)," kenang Bam.

Elephant Kind_Main Stage DetikcomElephant Kind di Main Stage detikcom. Foto: Rafida Fauzia

"Menurut gue sebenernya titik naik pas gue menjalankan komitmen itu lagi. Pas kami sewa vila seminggu itu, menurut gue, oke nih ini udah jalan lagi nih," ungkap Bayu.

Pada mulanya, di awal ketika datang ke vila tersebut, para personel Elephant Kind tak lantas langsung membicarakan masa depan band dan membuat musik. Mereka mengawalinya dengan bermain games dan memasak steak. Tapi, hal itu yang justru kembali mengakrabkan mereka dan mencairkan suasana.

Sependapat dengan yang lainnya, Kevin menimpali, menghabiskan waktu bersama-sama di suatu tempat membuat mereka ingat akan akar dari mereka bermusik bersama.

"Ya balik ke roots di band juga, band itu memang dimulai dr pertemanan, kekeluargaan, the main roots-nya itu sih. Ya balik lagi, even though kami balik lagi ke roots yang hanging out with friends, jd kami juga sama, balik lagi nongkrong dan kembali ke tanggung jawab kami lagi. Kami kelarin dan beberapa lagu yang harusnya jadi single ya dikelarin di momen itu," urai Kevin.

Kini Superblue sudah hampir rampung. Elephant Kind pun mantap untuk kembali melangkah bersama dan merilis album tersebut tahun ini.



Simak Video "Elephant Kind Bercerita tentang Rasa Sunyi di Lagu Modern Romance Dreaming (Lonely)"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/wes)