Main Stage

Seperti Bisnis, Bams Penuh Perhitungan untuk Musik

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Kamis, 28 Nov 2019 12:09 WIB
Bams Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Selain bermusik, Bams kini aktif berbisnis. Meski musik dan bisnis sepintas merupakan dua hal yang berbeda, akan tetapi dua hal itu bagi Bams memiliki kesamaan.

Baginya, keduanya membutuhkan momentum untuk dapat sama-sama berhasil.

"Apa yang gue lakukan, timing sama momentumnya pasti dapet saja, jadi gue selalu ada di momentum yang tepat," tuturnya.

Mempercayai adanya momentum dan waktu yang bisa membawa pengaruh besar, dalam bisnis, Bams melakukan banyak riset.

"Di perusahaan gue, risetnya tuh 'gila' banget. Kami menghabiskan banyak dana di riset. Kita beli riset, ngelakuin riset, semua harus based on research," katanya.




Ia mengatakan, dalam bisnis, maupun dalam musik, memang ada hal-hal yang tidak bisa diprediksi pada akhirnya.

Akan tetapi, dengan melakukan penelitian terlebih dahulu, setidaknya ia memiliki bayangan untuk memutuskan sesuatu.

Meski momentum sangat membantu karier bermusiknya dulu, akan tetapi ia tidak ingin lagi memperlakukan musiknya sebagai bisnis seperti apa yang dilakukan label rekaman tempat bandnya bernaung dulu.

"Kalau di musik, sekarang, I don't want to treat my music as my job. Sampai sekarang, menurut gue, musik harus menjadi art," ucapnya.

Simak Video "Love Story Taylor Swift oleh Amanda Caesa"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)