Main Stage

Anggap Angkot Sebagai Fenomena, Alasan Kuburan Bikin 'Saredona'

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Rabu, 20 Nov 2019 12:53 WIB
Kuburan Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Lama tak terdengar, Kuburan kembali ke dunia musik lewat sebuah lagu berjudul 'Saredona'. Mencoba memotret hal-hal yang terjadi di keseharian, lagu itu bercerita mengenai pengalaman kolektif masyarakat Bandung saat menaiki angkot.

Judul 'Saredona' sendiri merupakan pelesetan dari "Seridhonya" yang berarti seikhlasnya. Menurut mereka, frasa itu kerap diucapkan supir angkot pada penumpang saat angkot yang tumpangi mogok.

"Karena memang memori tentang keseharian di angkot itu rata-rata sama keadaannya, misalnya sudah penuh tapi disuruh geser sampai muat, atau misalnya kita mau lurus, tapi karena penumpangnya kosong di belokin, pernah juga mogok," cerita pemain bas, Denny, saat berkunjung ke kantor detikHOT.

"Itu terbukti ya sama komentar di YouTube, mereka bilang, 'Ya itu sama dengan yang saya alami. Relate lah," tambah gitaris Raka.




Selain karena para penumpang angkot dianggap memiliki memori kolektif yang nyaris serupa, Kuburan juga ingin mengabadikan keberadaan angkot sebelum moda transportasi itu tergerus zaman.

"Sebenarnya memang angkot juga jadi fenomena. Tapi sekarang kan lagu banyak angkutan online, jadi si angkot ini tergerus. Kami pikir, kayanya bakal punah nih. Nah sebelum benar-benar punah, kami bikin lagu saja," kata Raka.




Di lagu ini, Kuburan menggunakan formula yang sama dengan yang mereka pakai pada lagu 'Lupa Lupa Ingat' yang melambungkan nama mereka. Formula tersebut tidak hanya dari segi musik, namun juga lirik yang terkesan nyeleneh dan apa adanya.

Harapannya, dengan racikan tersebut, orang-orang dapat kembali mengingat keberadaan Kuburan di masa dahulu dan memperkenalkan jati diri mereka ke pendengar baru.

"Nah kalau misalkan generasi sekarang, mungkin menurut kita itu yang menghubungkan dengan 'Lupa Lupa Ingat', karena kan kita 2009 keluarin 'Lupa-Lupa Ingat'," ujar Denny.

Simak Video "Tengah Malam, 54 Warga Sidoarjo Dihukum Ngaji di Kuburan Korban Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)