Kemunculan Cherrybelle di industri musik Indonesia layaknya oase di tengah gempuran musik Melayu. Muncul tahun 2011 dngan format girlband, dimana band-band Melayu sedang mengambil alih industri musik Tanah Air.
Mengusung image remaja perempuan yang cantik nan centil, Cherrybelle sukses menjadi idola di segmen penikmat musik berumuran belasan sampai awal 20-an tahun. Tak heran, pasar fans umur tersebut mempunyai tingkat fanatisme luar biasa.
Beberapa fenomena pun muncul dari Twibi (sebutan fans wanita) dan Twiboys (sebutan fans pria). Dimulai dari perseteruan antar penggemar girlband atau boyband lain di Indonesia. Seperti yang pernah diingat saat para Twibi dan Twiboys sempat terlibat Tweetwar (adu argumen di linimasa Twitter) dengan para penggemar SM*SH.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fans sejati adalah fans yang berani mengubah rasa cinta menjadi penghambaan kepada idolanya sendiri, yaitu dengan cara menganggap Cherrybelle sebagai Tuhan." kicau akun @AgamaChibi.
Baca Juga: Cherrybelle, Transformasi Girlband ABG Hingga Kini Menjadi Trio
Melihat fanatisme yang mulai melenceng, girlband pelantun 'Diam-diam Suka' itu merasa tercoreng. Bergerak cepat, Cherrybelle mencoba merangkul para penggemarnya.
"Jangan sampai terekspose berita-berita aneh itu. Gara-gara akun itu tercoreng deh kita. Tolong jangan digubris, kalau bisa unfollow," ungkap Angel menanggapi kehebohan @AgamaChibi
Fenomena demi fenomena menjelaskan betapa besarnya pengaruh Cherrybelle di otak dan hati para penggemarnya. Sayangnya, kini kekecewaan harus muncul dari gurat wajah Twibi atau Twiboys melihat nasib idolanya.
Cherrybelle memutuskan untuk melepaskan enam personelnya dan menyisakan tiga personel. Simak terus Main Stage Spesial Chibi hari ini!
(fk/mif)











































