Pelantun 'Jerawat Rindu' itu pun seperti sadar betapa pentingnya sebuah media sosial. Tak heran, Anji pun menyebut media sosial sebagai panggung.
Baca juga: Justin Bieber Gaet Kanye West dan Rick Rubin di Album Baru
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya minta pendapat atau cerita memang sesuatu yang gue tulis. Memang related, bukan ya orang jualan apa. Itu yang gue banggakan karena berinteraksi, memang jadi panggung," sambungnya.
Anji sendiri melihat media sosial sebagai gerbang komunikasinya dengan penggemar dan juga menjadi strateginya dalam bermusik. Ia pun melihat imbas yang diberikan lewat media sosial pun tak main-main.
Baca juga: 'Diserang' Directioners dan Louis Tomlinson, Ini Tanggapan Naughty Boy
"Jadi gue tuh bukan lihat follower atau like-nya. Tapi lebih komentar yang gue lihat. Jadi kalau dibukanya ada 70 orang itu benar-benar orang ngikutin apa yang gue tulis bukan diisi sama online shop," jelasnya.
"Strategi pasti, dalam membentuk strategi itu tidak fake. Jadi memang disampaikan memang sedang gue jalanin," tegasnya.
Berhubungan dengan media sosial pun tak sepenuhnya berdampak positif untuknya. Tak jarang, komentar miring tentang eksistensinya pun sempat didapatkannya.
"Udah mengerti banget (komentar negatif), pembelajarannya itu udah lewat. Kalau sekarang ada sekali-kali dan itu semua new followers. Gue justru tertantang membuat mereka mereka yang nggak suka justru suka sama gue," ungkapnya.
Tak hanya begitu fokus dengan media sosial, Anji juga sangat memperhatikan setiap karya yang dirilisnya. Termasuk soal pemilihan lirik lagunya, seperti apa kisahnya? Simak terus Main Stage detikHOT hari ini!
(fk/mmu)











































