Mantan Drummer Kotak Jadi Orang yang Paling Berjasa di Karier Musik Shae

Main Stage

Mantan Drummer Kotak Jadi Orang yang Paling Berjasa di Karier Musik Shae

- detikHot
Rabu, 18 Feb 2015 09:50 WIB
Mantan Drummer Kotak Jadi Orang yang Paling Berjasa di Karier Musik Shae
Jakarta -

Mengaku mencintai seni sejak kecil, Shae baru benar-benar menekuni bidang menyanyi sendiri di usia 15 tahun. Itu juga setelah melihat Britney Spears tampil di berbagai panggung yang kemudian menginspirasinya.

Tak lantas terjun secara profesional, perempuan kelahiran 21 tahun itu melewati lebih dulu pentas model dan layar kaca dibanding tarik suara. Sampai suatu saat, dirinya dikenalkan dengan seorang pria bernama Posan Tobing.

Bersama mantan drummer grup rock Kotak itu lah tiga tahun kemudian, Shae meresmikan dirinya menjadi penyanyi profesional lewat sebuah album bertajuk 'The First (2012)'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca Juga: Ini Shae, Solois Indonesia yang Jadi Rebutan Dua Negara

"Pertama kali kenal dulu di sebuah acara musik pagi televisi di Lebak Bulus. Waktu itu sudah mau berangkat sekolah, terus nggak jadi karena mau ketemuan sama Posan. Ngobrol-ngobrol, terus gue pede aja gitu ngomong bisa nyanyi," cerita Shae saat bertandang ke kantor detikHOT beberapa waktu lalu.

Dari situ Posan Tobing di bawah Warner Music Indonesia resmi menjadi produser penyanyi bernama asli Sheryl Gething itu. Debut album pun dikerjakan dengan campur tangan Posan sebagai penulis lirik dan pencipta musik. Album tersebut meledak dengan single hits 'Sayang'.

"Kalau di album 'The First', memang porsi paling banyak ada di Posan. Jatuhnya gue cuma nyanyi saja. Karena waktu itu, gue juga nggak paham industri musik. Tapi memang hasilnya nggak mengecewakan," sambung Shae.

Simak Juga: Ariana Grande Dituding Curi Konsep Video Klip Artis Lain

Berisi delapan lagu, album 'The First' memuat beragam unsur musik. Mulai rock n' roll, R&B sampai melayu dihadirkan Posan Tobing. Karakter suara Shae yang powerful juga membuat lagunya lebih hidup dari solois lainnya.

Lagu 'Sayang' juga tidak cuma menjadi polemik tapi anugerah. Meledaknya lagu itu di Malaysia, membuat pintu-pintu negara tetangga semakin terbuka lebar.

"Ya gue harus akuin. Karena 'Sayang' gue jadi bisa main di Singapura, Hong Kong bahkan Jepang. Ya karena produser gue juga pastinya," tutup Shae lagi.

Perempuan keturunan Australia dan Sumatera itu juga mengungkapkan sisi lain dari fenomena lagu 'Sayang'. Apa itu? Simak terus di detikHOT.

(mif/ron)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads