Pongki Barata yang Takut Sensasi, Pernah Pingsan di Panggung dan Ingin Jadi Petani

Main Stage

Pongki Barata yang Takut Sensasi, Pernah Pingsan di Panggung dan Ingin Jadi Petani

- detikHot
Rabu, 23 Jul 2014 14:24 WIB
Pongki Barata yang Takut Sensasi, Pernah Pingsan di Panggung dan Ingin Jadi Petani
Jakarta - Menjadi penyanyi selama puluhan tahun, Stefanus Pongki Tri Barata alias Pongki Barata banyak makan asam-garam panggung demi panggung. Tak jarang membuatnya mendapatkan ide baru, tapi juga kadang kehabisan tenanga dan pikiran. Misalnya, keinginan pelantun 'Tanpamu Tanpamu' itu untuk menjadi petani dengan tanah ratusan hektar, atau rencananya untuk membuat konsep baru penjualan hasil karya musik.

Berikut detikHOT merangkum fakta dan impian Pongki Barata, mulai menjadi petani, pingsan di atas panggung sampai album 'ajaib'.

Menjadi Petani

Memutuskan menjadi penyanyi sejak 1994 sampai saat ini, Pongki Barata sepertinya sudah mulai lelah akan hingar-bingar kehidupan showbiz. Terbersit keinginannya untuk menjadi seorang petani segala jenis sayur.

"Saya itu mau punya sawah yang luas gitu, beratus-ratus hektar. Terus saya jadi petaninya, taktanamin sayuran kan, jadi istriku bisa prmosi rawfood itu dari sayuran sendiri. Enak juga, jauh dari hingar-bingar perkotaan kan," tuturnya kepada detikHOT beberapa waktu lalu.

Pingsan di Soundrenaline 2003

Menjadi musisi selama kurang lebih 20 tahun membuat Pongki Barata kaya akan baik dan buruknya konser. Tapi, hanya satu konser yang paling tidak mungkin dia lupakan sampai hari ini. Yaitu, konser Soundrenaline 2003.

"Waktu itu Jikustik lagi padat-padatnya tur, terus kita juga main di Soundrenaline tahun 2003, di Padang deh kalau nggak salah. Nah, saya itu lagi masuk angin, pas masuk lagu terakhir, kru bilang saya juga sudah nggak kuat, tapi saya maksa sampai bait lagu terakhir. Ujungnya, saya pingsan jadinya ," cerita suami Sophie Novita itu kepada detikHOT.

"Nah, yang bikin nggak bisa lupa itu, besokannya semua headline koran itu tentang saya. Bahkan Slank atau yang lain itu nggak jadi berita utamanya. Nggak mungkin saya lupa itu," tandasnya Pongki.

Musisi yang Takut Sensasi

Dunia hiburan tanpa gosip seperti sayur tanpa garam, terasa hambar. Tapi, itu tidak mempengaruhi solois dan personel band The Dance Company Pongki Barata. "Buat saya, orang yang berani bikin gosip, bikin sensasi, itu artis yang kuat. Dia harus punya hati seluas apa coba buat nerima cacian jutaan orang," ujarnya.

"Artis yang bikin-bikin sensasi itu yang berani mati. Saya sih bukan tipikal yang pengambil risiko untuk hal-hal seperti itu. Ada keluarga, ada anak, kasihan," sambungnya.

Album Gitar

Melahirkan tujuh album bersama Jikustik, satu bersama The Dance Company dan satu album solo ternyata tidak mampu membuat Pongki Barata berpuas diri. Musisi 36 tahun itu masih mempunyai satu album impiannya.

"Saya ingin punya album yang konsep utamanya gitar, fokusnya gitar. Saya sudah mulai dengan Baim di lagu 'Seperti yang Kau Minta' versi album 'Pongki Meets the Stars'. Ke depannya saya mau bikin satu album penuh," jelas Wega-sapaan akrabnyal.

Konsep Baru Penjualan Karya Musik

Hancurnya industri musik dewasa ini juga mengusik kegelisahan Pongki Barata akan masa depan seni tarik suara. Untuk itu, dirinya pun memiliki fokus khusus untuk menangani masalah penjualan karya musik yang menurutnya belum dimaksimalkan dengan ide yang cemerlang.

"iTunes nggak bisa menjangkau semua karena nggak semua orang punya kartu kredit. RBT (Ring Back Tone) juga nggak enak karena cuma reff aja. Cetak CD, toko buat menjualnya tutup. Saya bingung, kalau dibilang jualan online itu ribet tapi 'online shop' aja laku berat. Kalau dibilang beli CD Rp 100 ribu mahal, mereka beli sepatu Rp 200 ribu baik-baik saja. Padahal dua-duanya pun bukan barang primer." ujarnya penuh semangat.

Dengan sedikit ke-pede-annya, penulis lagu 'Selamat Malam Dunia' itu membuat cara sendiri untuk menjual karyanya. Yaitu sistem transfer, langsung ke dari rekening pembeli menuju rekeningnya dan lagu akan dikirim dari Pongki ke pembelinya lewat transfer data. Hasilnya, tetap belum bisa dibilang berhasil.
Halaman 2 dari 6
(hap/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads