Lagu K-Pop Dibajak Tiongkok, Pemerintah Korea Turun Tangan

Tim detikcom - detikHot
Selasa, 25 Mei 2021 07:32 WIB
Teaser foto IU Celebrity
(Foto: dok. EDAM Entertainment) Beberapa lagu yang diketahui diterjemahkan ke bahasa Mandarin tanpa izin datang dari nama-nama populer di Korea Selatan.
Jakarta -

Ada label musik Tiongkok yang membajak lagu-lagu K-Pop dan mengunggahnya ke YouTube tanpa izin pemilik lagu. Pemerintah Korea Selatan tengah berusaha untuk mengusut kasus pembajakan ini.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan menemukan sebuah label musik asal Tiongkok yang melakukan pembajakan tersebut. Mereka meng-cover lagu-lagu K-Pop dan mengalihbahasakannya ke bahasa Mandarin tanpa seizin dari pemilik lagu aslinya.

Hal ini dinilai oleh pihak Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan sebagai tindakan pelanggaran hak cipta. Pihak Kementerian pun tahu dari percakapan di forum-forum online yang tiba-tiba banyak membahas soal ini.

Beberapa lagu yang diketahui diterjemahkan ke bahasa Mandarin tanpa izin datang dari nama-nama populer di Korea Selatan. Di antaranya IU, Brown Eyes, hingga solois Younha. Sebenarnya masih banyak lagi nama-nama yang dicuri hak ciptanya namun tak diungkapkan.

Lagu IU yang berjudul Tear Drops in the Morning dari album IU...IM (2009) jadi salah satu yang dibajak oleh label musik tersebut. Lalu lagu Already One Year milik Brown Eyes dan Waiting milik Younha. Lagu tersebut beredar di YouTube tanpa adanya izin dari pemegang hak cipta.

Menurut Asosiasi Hak Cipta Musik Korea, tindakan dari label Tiongkok ini sudah melanggar hak cipta dari para musisi Korea Selatan. Saat ini selain Kementerian dan Asosiasi Hak Cipta Musik Korea, Federasi Pelaku Musik Korea dan Asosiasi Industri Rekaman Korea tengah berusaha untuk menangani permasalahan ini.

Mereka juga meminta kerja sama dari YouTube Korea dan pemegang hak cipta dari lagu-lagu tersebut di luar negeri untuk terus memonitor aksi pembajakan ini.

"Kami akan mengambil tindakan agar hak ciptanya tidak bisa dilanggar di YouTube lewat lagu-lagu terjemahan yang tidak resmi. Pemegang hak cipta yang mendaftarkan informasi di YouTube juga haruslah aktif dalam mengklaim hak mereka," kata perwakilan Kementerian dikutip dari Korea Herald.

Younha sebagai musisi yang lagunya dibajak pun bersuara di media sosial soal permasalahan ini. Dia merasa terpukul dengan tindakan tidak bertanggung jawab tersebut.

"Ini sangat mengecewakan tapi kami akan memecahkan masalah ini. Dengan melakukan ini, kamu nggak bisa menyentuh hati pendengar atau mendapatkan uang," katanya.

(aay/wes)