IU Ucapkan Selamat Tinggal Buat Usia 20-an Lewat Album LILAC

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 25 Mar 2021 21:04 WIB
IU comeback dengan LILAC
Sesuai janji, EDAM Entertainment merilis LILAC pada Kamis (25/3/2021). Berbarengan dengan album yang berisi total 10 lagu tersebut, diluncurkan juga video klip lagu andalan berjudul sama. (Foto: dok. EDAM Entertainment)
Jakarta -

IU berniat untuk mengucapkan selamat tinggal pada usia 20-an secara besar-besaran. Album LILAC pun dirilis sebagai momentum peralihan IU yang bakal memasuki penghujung usia 20-annya di 2021.

Sesuai janji, EDAM Entertainment merilis LILAC pada Kamis (25/3/2021). Berbarengan dengan album yang berisi total 10 lagu tersebut, diluncurkan juga video klip lagu andalan berjudul sama.

Album LILAC, seperti album-album terdahulu IU, berisi lagu dengan berbagai genre. Ada lagu yang bernuansa pop elektronik, disko, RnB, hip hop, hingga balada. IU tidak hanya menggaet musisi Korea Selatan seperti DEAN, Chanhyuk AKMU, PENOMECO di album ini. Lewat beberapa track, IU juga berkolaborasi dengan sederet komposer luar negeri seperti Martin Coogan, Madilyn Bailey, Zachariah Palmer, London Jackson, dan Jacob Chatelain.

Ada nama Ryan Jhun di balik lagu Flu dan Celebrity. Ryan Jhun adalah sosok yang sebelumnya telah menciptakan banyak lagu buat SNSD, SHINee, f(x), Taeyeon, I.O.I, EXO, NU'EST, hingga IZ*ONE. Dia juga adalah penulis lagu Dolphin milik Oh My Girl yang merupakan lagu favorit IU dari perilisan grup tersebut di tahun 2020.

IU masih menyajikan lagu-lagu bernuansa balada yang mirip dengan nuansa Dear Name (album Palette), Love Poem (album Love Poem), dan Secret (album Last Fantasy) dalam LILAC. Lewat lagu berjudul My Sea (judul asli: The Sea of a Kid & I), IU menyanyikan lagu balada mellow yang dibuka lewat suara piano dan di akhiri secara grande dengan orkestra.

IU menulis semua lirik lagu di album ini. Di lagu Troll yang dinyanyikannya bersama DEAN, dia juga berkolaborasi dengan solois tersebut buat liriknya. Sementara di lagu Ah Puh, IU dibantu Chanhyuk AKMU baik di komposisi musik dan juga lirik.

Seperti halnya video klip IU yang terdahulu, MV LILAC dikemas dengan sebuah jalan cerita. MV-nya dibuka dengan adegan IU yang memasuki peron stasiun kereta dengan koper kecil lalu duduk di kursi tunggu. Di belakangnya terlihat sebuah papan jadwal kereta yang menampilkan tanggal, destinasi, dan platform yang bila diperhatikan adalah tanggal rilis dan judul dari album-album yang dirilis IU sejak memasuki usia 20 tahun.

[Gambas:Youtube]


Angka dan usia memang selalu lekat dengan konsep lagu dan album IU. Seolah ingin menjadi teman buat para pendengarnya saat melewati fase usia tertentu.

Album The Spring of Twenty merupakan perilisan pertama IU saat memasuki usia 20 tahun. Di album CHAT-SHIRE dia menyanyikan track yang berkisah tentang kebingungan saat berusia 23 tahun, lalu lewat Palette dia kembali menyuarakan perasaan seseorang yang sudah memasuki 25 tahun dan lebih mengenal dirinya sendiri.

Lewat LILAC, IU mengucapkan perpisahan pada fase-fase di lagu terdahulu dan bersiap memasuki usia 30 dengan lembaran baru yang sudah dinanti-nanti buat terisi cerita baru. Lirik lagu LILAC penuh dengan semangat dan rasa tidak sabar buat menempuh hidup baru yang lebih baik.

IU bicara sendiri dari sudut pandang dirinya di usia 30 tahun kepada dirinya di usia 29. Liriknya juga bicara tentang alangkah serunya memasuki usia 30 dengan sebuah perayaan selamat tinggal buat usia 20-an di musim semi saat bunga-bunga bermekaran.

"Aku bikin album ini karena ingin mengucapkan selamat tinggal buat mereka yang sudah melihatku di usia 20-an dan berterima kasih buat mereka yang memperhatikanku hingga titik ini. Aku ingin membuat sebuah perpisahan yang glamour tanpa kesedihan, jadi aku bisa memasuki usia 30 tahun dengan lembaran baru," kata IU dalam wawancara dengan GQ.

(aay/mau)