"Mulai saat ini, aku akan memberitahu semua orang apa yang kusimpan di hatiku, apa yang aku lihat dan bagaimana aku menjalani hidup yang penuh air mata," katanya pada Minggu (21/9/2014).
Ia mengisyaratkan adanya perlakuan tidak adil yang ingin dibeberkannya ke publik. Perlakuan itu dilakukan oleh tak lain adalah CEO manajemennya sendiri, Shin Joo Hak dari Star Empire Entertainment.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lee Hoo mengisyaratkan adanya 'kontrak budak' dalam 12 tahun tersebut. Alasannya karena honor yang didapatkan para member tidak sepadan dengan apa yang telah mereka lakukan sebagai artis.
Dalam kontraknya, 70 persen penghasilan mengalir ke kantong CEO sementara 30 persen lainnya adalah hak ZE:A. Tidak sampai disitu, 30 persen yang dikantongi ZE:A pun harus dibagi pada kesembilan member.
"Semua uang yang dihasilkan para member dengan darah dan airmata, kemana semuanya? Tolong jawab dengan sepenuh hati," tulisnya juga di akun yang sama.
Lee Hoo menuntut sebuah perubahan dari segi kontrak para member ZE:A. Ia pun sengaja menulis semua masalah internal grupnya di Twitter agar publik dan media tahu. Sehingga manajemen tak punya pilihan melainkan melakukan revisi kontrak dengan segera.
Kicauan Lee Hoo berbuah manis karena manajemen Star Empire dan Shin Joo Hak pun dengan segera menggelar pertemuan tertutup untuk membahas masalah ini. Ia juga mengumumkan bahwa kini kontrak baru telah dibuat dan diresmikan.
"ZE:A akan menerima 70 persen dan 30 persen lainnya akan diberikan kepada CEO," tulis Lee Hoo. Bersama dengan diterbitkannya kontrak baru itu, ia juga berterimakasih kepada media yang telah membantu menyebarkan kicauannya.
Star Empire juga merilis surat permohonan maafnya tentang kasus ini. Mereka menyebut ini sebagai sebuah kesalahpahaman dan kini semuanya telah selesai.
(ron/ich)











































