Kepergian vokalis band Element, Lucky Widja, meninggalkan duka yang mendalam sekaligus pekerjaan rumah yang besar bagi para personel lainnya.
Selama ini, Lucky Widja, bukan sekadar personel di dalam band. Lucky juga sosok sentral yang mengatur seluruh dapur dan manajerial Element.
Drummer Element, Didi Riyadi, mengungkapkan betapa vitalnya peran almarhum dalam operasional band. Kini, personel yang tersisa harus berjuang memulihkan data-data mereka yang selama ini hanya dikelola sendirian oleh Lucky Widja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu almarhum gak ada, memang kita langsung banyak dalam waktu yang singkat gitu ya, yang cepat gitu kita harus mulai meng-collect lagi hal-hal yang sifatnya administratif. Karena, di dalam tim Element kebetulan kita pegang sendiri, tidak ada manajemen," kata Didi Riyadi saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan, Senin (2/2/2026).
Hal ini disebabkan almarhum Lucky Widja memegang kunci utama urusan arus kas band. Tanpa kehadirannya, para personel lain kalang kabut.
"Yang berhubungan dengan aset digital, tata kelola keuangan, cash flow gitu yang ada di Element itu almarhum yang pegang," tuturnya.
Meski tengah dirundung duka, Didi Riyadi menyadari, band Element harus tetap eksis. Ada tanggung jawab besar yang menanti, termasuk jadwal-jadwal manggung yang sudah terkontrak dalam waktu dekat.
"Kesempatan untuk kita bertemu dan rapat secara internal itu baru mungkin bisa dilakukan setelah ini, di minggu depan, sambil mulai merapikan satu per satu," jelasnya.
Meski berat, ia menegaskan Element tidak akan berhenti di sini. Menurutnya, melanjutkan karya dan menjaga band tetap hidup adalah amanah yang diinginkan oleh almarhum.
"Ini kan pesen Om Luki bahwa Element harus tetap terus jalan. Mudah-mudahan Element ke depannya kita bisa tetap tegar untuk move on dalam keadaan," tutup Didi Riyadi.
Lucky Widja meninggal dunia pada Minggu (24/1/2026) malam karena, penyakit yang diidapnya.
(ahs/wes)











































