Ji Soo Hengkang dari Agensi, Bagaimana soal Gugatan River Where the Moon Rises?

Delia Arnindita Larasati - detikHot
Kamis, 27 Mei 2021 10:39 WIB
Jakarta -

KeyEast Entertainment belum lama ini mengumumkan keputusannya soal aktor Ji Soo. Kedua belah pihak sepakat untuk mengakhiri kontrak.

Hal tersebut diungkapkan manajemen melalui pernyataan yang dirilis secara resmi. Mereka sepakat untuk berpisah karena Ji Soo dinilai tak lagi bisa beraktivitas di dunia akting.

"Ini adalah pernyataan tentang kontrak eksklusif kami dengan aktor Ji Soo yang telah berakhir. Kami menilai saat ini sulit bagi Ji Soo untuk melanjutkan aktivitas di dunia hiburan," ungkap KeyEast Entertainment.

"Kami juga menghormati niat pribadi sang aktor untuk tidak menyebabkan kerugian lebih lanjut bagi manajemen. Sehingga, keputusan akhir bersama dibuat bersama untuk mengakhiri kontrak," lanjutnya.

Manajemen juga memberikan pernyataan terkait gugatan yang dilayangkan oleh Victory Contents, rumah produksi drama River Where the Moon Rises. Seperti yang diketahui, drama tersebut harus mengulang syuting 18 dari 20 episode drama setelah Ji Soo hengkang dari drama karena kasus bullying.

Sehingga, Victory Contents mengalami kerugian yang sangat besar. Mereka pun melayangkan gugatan kepada KeyEast dan meminta ganti rugi Rp 38 triliun.

Mengenai hal tersebut, KeyEast Entertainment menegaskan akan tetap berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Terkait gugatan River Where the Moon Rises, kami akan melakukan yang terbaik hingga akhir untuk menyelesaikan permasalahan. Terima kasih," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Victory Contents belum lama ini merilis pernyataan yang mengungkapkan kekecewaan mereka karena KeyEast Entertainment menolak membayar biaya kompensasi atas kerugian yang telah dibuat atas hengkangnya Ji Soo. Dalam klaimnya, KeyEast merasa tak bertanggung jawab atas pelanggaran kontrak karena keputusan dibuat sepihak antara rumah produksi dan KBS.

Tak hanya itu, KeyEast disebut hanya mengirimkan satu perwakilan hukum ke gedung Victory Content saat negoisasi pertama pada 20 Mei 2021. Kala itu, tak satu pun dari agensi ikut dalam pertemuan tersebut.

(dal/doc)