Confession: Satu Pembunuhan, Dua Cerita Yang Berbeda

ADVERTISEMENT

Confession: Satu Pembunuhan, Dua Cerita Yang Berbeda

Chandra Aditya - detikHot
Rabu, 02 Nov 2022 20:04 WIB
Cuplikan adegan Confession (2022).
Cuplikan adegan di film Confession (2022). Dok. Ist
Jakarta -

Yoo Min-ho (So Ji-Sub) sangat membutuhkan bantuan pengacara top Yang Shin-ae (Kim Yunjin) meskipun dia masih bisa menghirup udara bebas. Pasalnya, Yoo Min-ho ditemukan ada di kamar hotel yang tertutup bersama pacarnya yang sekarang sudah meninggal, Kim Se-hee (Nana).

Tidak ada tanda-tanda pintu dibuka, jendela dibuka paksa atau orang ketiga di ruangan itu. Yang ada hanya Yoo Min-ho yang terluka dan kekasihnya yang meregang nyawa. Yang Yoo Min-ho tahu, dia tidak bersalah.

Yang Shin-ae akhirnya bersedia menemui Yoo Min-ho tapi dengan satu syarat: ia ingin keseluruhan ceritanya. Dia tahu bahwa yang diceritakan Yoo Min-ho ke polisi itu hanya omong kosong belaka. Ia ingin calon kliennya itu menceritakan yang benar-benar terjadi. Dan ternyata cerita pembunuhan ini hanya awal dari sebuah labirin yang berkelok-kelok.

Confession adalah sebuah remake dari The Invisible Guest (yang sampai saat ini sudah di-remake beberapa kali). Kalau Anda belum pernah menonton film aslinya, film ini akan mengguncang Anda dengan twist-nya yang tidak pernah berhenti dari awal film sampai akhir.

Tapi kalau Anda sudah menonton versi aslinya pun, versi Korea ini termasuk sebuah remake yang tetap enak dinikmati meskipun kisahnya mungkin tidak lagi mengejutkan. Penulis dan sutradara Yoo Jong-seok melukis Confession seperti sebuah thriller yang old-fashion.

Film ini memang ber-setting masa sekarang tapi satu-satunya yang membuat film ini kelihatan modern hanya di teknologi. Pemilihan warna dan setting utama Confession (di sebuah kabin di gunung) membuat film ini terasa klasik. Ada kesan timelessness yang membuat kisah pembunuhan yang ada di dalamnya menjadi abadi.

Kalau Yoo Jong-seok mungkin tidak bisa dipuji atas barisan twist-nya yang mengguncang karena ini adalah produk adaptasi, tapi Anda tidak bisa mengindahkan kemampuannya dalam merangkai adegan. Kekuatan utama Confession (dan juga film aslinya) adalah bagaimana ia mengupas layer demi layer sehingga akhirnya penonton melihat berbagai versi cerita yang sebenarnya.

Cuplikan adegan Confession (2022).Poster film Confession (2022). Foto: Dok. Ist

Film ini sangat berhasil mempersembahkan skenario itu. Imaji imaji yang diceritakan oleh kedua karakter utamanya digambarkan dengan sangat baik sehingga sangat mudah bagi penonton untuk mempercayai cerita yang karakter utamanya buat. Yang lebih menakjubkan lagi adalah visual visual ini terasa sangat sinematik meskipun mayoritas adegannya dilakukan di sebuah ruangan dan hanya dilakukan oleh dua orang.

Rasanya seperti menonton teater tapi dengan presentasi audio visual yang mumpuni. Kita melihat dua orang saling adu cerita tapi tak ada satu pun momen yang terasa membosankan. Dari awal film dimulai sampai akhirnya Anda tahu cerita yang sebenarnya, Confession berhasil menggenggam perhatian penonton.

Film ini adalah salah satu jenis yang membutuhkan kemampuan akting terbaik pemainnya karena mereka harus bisa menipu penonton. Kim Yunjin dan terutama So Ji-sub sangat berhasil melakukan itu. Permainan mereka sangat meyakinkan dan efektif untuk membuat penonton melongo di dalam bioskop.

Awal-awal film ketika film ini masih di layer pertama, baik Kim Yunjin dan So Ji-sub menampilkan versi terbaik dari karakter-karakter mereka. Dua-duanya menampilkan figur yang simpatik dan tenang. Begitu akhirnya kebohongan-kebohongan terbongkar dan fakta-fakta baru dibeberkan, Anda bisa dengan mudah melihat bagaimana karakter-karakter mereka bereaksi.

Dan berkat permainan mereka, penonton bisa dengan mudah terbawa dengan ceritanya. Confession pada akhirnya menjadi sebuah misteri pembunuhan yang baik karena film ini dibuat dan dimainkan dengan apik oleh pembuatnya.

Kalaupun Anda sudah menonton versi aslinya, itu tidak akan menjadi masalah karena film ini memiliki konklusi yang jauh lebih dramatis daripada The Invisible Guest. Ternyata bumbu Korea membuat kisah yang sangat terkenal ini menjadi jauh lebih mantap untuk disantap.

Confession dapat disaksikan di CGV, Cinepolis, Flix Cinema dan bioskop-bioskop lainnya.

Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International



Simak Video "'The Point Men' Jadi Film Terlaris Sepanjang Liburan Imlek di Korea"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT