Berbagai makanan ekstrem tersebut pernah dimakannya. "Aku orang Manado dan suka makan anjing dan tikus hutan. Di Tomohon itu enggak apa-apa," ungkapnya kepada detikHOT di Cipete Raya Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.
Selain itu, ia pun pernah memakan kelelawar, buaya, dan ular. "Buaya ada restaurannya juga dan rasanya antara ayam dan ikan. Rasanya kayak ikan tapi teksturnya itu ayam," kata Ade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daging tersebut diiris tipis. Di atasnya terdapat irisan jahe dan bawang putih. "Lembut banget. Itu kayak kobe tapi bukan kobe," ujarnya.
Ternyata setelah ia merasakan cicipan pertama, William baru memberi tahunya bahwa sashimi tersebut adalah daging kuda mentah. Pengalaman luar biasa ini masih dikenangnya hingga kini.
"Kalau kita tanya menunya itu apa, isinya ada apa saja, kan terdistraksi sama makanannya jadi enggak terkontrol. Tapi kalau sudah dipesan dan ternyata enak. Toh ternyata suka juga kan," nasihat ini yang selalu diingat Ade.
Setelahnya ia mem-posting makanan tersebut ke Instagram dan Twitter. Namun ada aktivis lingkungan yang memarahinya karena memakan daging kuda.
"Katanya kasihan tapi aku yakin di Jepang daging kuda itu kan diternakin," katanya. Tapi ia menyetujui pelarangan memakan anjing yang bukan anjing liar.
Berbagai pengalaman makanan ekstrem tersebut dirasa Ade belum cukup. Menurutnya semua itu masih sebagian kecil saja. Namun, baginya itu sudah ekstrem. "Itu ekstrem menurutku, entah sama orang lain," kata Road Manager band Seringai itu.
(tia/mmu)











































