Dari Tikus Hutan Hingga Daging Kuda Mentah, Kuliner Ekstrem ala Ade Putri

Hot Profile

Dari Tikus Hutan Hingga Daging Kuda Mentah, Kuliner Ekstrem ala Ade Putri

- detikHot
Jumat, 08 Agu 2014 14:35 WIB
Dari Tikus Hutan Hingga Daging Kuda Mentah, Kuliner Ekstrem ala Ade Putri
Dok.Rendha Rais
Jakarta - Pernah membayangkan akan memakan aneka makanan yang berasal dari hewan esktrem? Itulah yang dilakukan oleh food story teller Ade Putri Paramadita.

Berbagai makanan ekstrem tersebut pernah dimakannya. "Aku orang Manado dan suka makan anjing dan tikus hutan. Di Tomohon itu enggak apa-apa," ungkapnya kepada detikHOT di Cipete Raya Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Selain itu, ia pun pernah memakan kelelawar, buaya, dan ular. "Buaya ada restaurannya juga dan rasanya antara ayam dan ikan. Rasanya kayak ikan tapi teksturnya itu ayam," kata Ade.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengalaman ekstrem lainnya adalah ketika ia mencoba daging kuda yang dibikin sashimi. Waktu itu Ade pergi makan bersama William Wongso dan dipesankan sebuah menu tanpa ia ketahui namanya.

Daging tersebut diiris tipis. Di atasnya terdapat irisan jahe dan bawang putih. "Lembut banget. Itu kayak kobe tapi bukan kobe," ujarnya.

Ternyata setelah ia merasakan cicipan pertama, William baru memberi tahunya bahwa sashimi tersebut adalah daging kuda mentah. Pengalaman luar biasa ini masih dikenangnya hingga kini.

"Kalau kita tanya menunya itu apa, isinya ada apa saja, kan terdistraksi sama makanannya jadi enggak terkontrol. Tapi kalau sudah dipesan dan ternyata enak. Toh ternyata suka juga kan," nasihat ini yang selalu diingat Ade.

Setelahnya ia mem-posting makanan tersebut ke Instagram dan Twitter. Namun ada aktivis lingkungan yang memarahinya karena memakan daging kuda.

"Katanya kasihan tapi aku yakin di Jepang daging kuda itu kan diternakin," katanya. Tapi ia menyetujui pelarangan memakan anjing yang bukan anjing liar.

Berbagai pengalaman makanan ekstrem tersebut dirasa Ade belum cukup. Menurutnya semua itu masih sebagian kecil saja. Namun, baginya itu sudah ekstrem. "Itu ekstrem menurutku, entah sama orang lain," kata Road Manager band Seringai itu.



(tia/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads