"Saya sering diundang khusus ke konferensi menulis di berbagai negara. Dari pengalaman-pengalaman itu kemudian saya kepikiran bikin ceritanya menjadi sebuah buku," ujarnya.
Berbagai pengalaman unik dialami oleh perempuan yang lahir di Jakarta 42 tahun yang lalu tersebut. Di antaranya tudingan teroris karena dirinya mengenakan hijab saat di suatu waktu dirinya pernah jalan-jalan ke Korea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lain di Korea, lain pula saat dirinya mengunjungi kota Paris, di Prancis. Asma yang sempat menumpang beberapa hari di salah satu rumah penduduk di sana kala diundang hadir di perkumpulan penulis sedunia itu sempat pula dituding menjalani konsep pernikahan poligami.
"Saya pas baru dateng ditanyain, apa suami saya punya lebih dari satu istri. Ya saya jawab aja, kalau nggak semua laki-laki muslim seperti itu," kisah Asma lagi seraya tertawa.
Meski sempat mengalami pengalaman-pengalaman yang sedikit tak mengenakkan, namun penggagas perpustakaan sosial bernama Rumah Baca ini tak jera. Lewat pengalaman yang ia terima, Asma mengaku memiliki kesempatan untuk menjelaskan lebih dalam kepada mereka yang belum mengetahui tentang Islam sebenarnya.
"Dari image yang orang di luar Islam berikan, kita akhirnya bisa meluruskan tentang Islam itu gimana. Saya akhirnya menjalin hubungan baik setelah menjelaskan Islam yang sebenarnya kepada mereka," kata Asma.
(doc/hkm)











































