Ditemui di sela-sela syuting 'Tukang Bubur Naik Haji' di bilangan Cibubur, Jakarta Selatan, Citra mengungkapkan, dirinya memang dituntut untuk berperan jahat di dua sinetron tersebut. Awalnya ia merasa kesulitan, namun lama-kelamaan ia mampu beradaptasi dengan situasi dan skenario yang ia mainkan.
Sambil rehat menunggu waktu berbuka puasa, ia banyak bercerita bagaimana dirinya sering mendapat perlakuan tak menyenangkan sekaligus lucu dari banyak orang gara-gara peran jahatnya di sinetron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Disindir sampai dicubitin pernah. Tapi lucu, rata-rata mereka minta izin dulu, eh ini si Meisya ya, boleh nyubit ya?" urai Citra menirukan gaya penggemarnya.
Namun Citra tak menganggap, perlakuan para penggemar itu sebagai beban. Agak sedikit narsis, dirinya justru memaknai hal itu sebagai ukuran keberhasilan aktingnya. "Berarti berhasil kan aktingnya?" ujarnya.
Untunglah, peran-peran jahat itu kini mendapatkan 'penawar'. Di sinetron 'Tukang Bubur Naik Haji' Citra berperan sebagai gadis baik-baik. Di situ, ia bermain dengan bintang-bintang senior seperti Nany Wijaya dan Mat Solar.

Mendapat peran protagonis tak lantas membuat Citra "ngoyo" untuk mengubah image-nya yang kadung dikenal lewat peran-peran antagonis. Ia menilai, semua peran sebenarnya sama saja. Bagi Citra, keduanya tetap bisa membuat publik memperhatikan kemampuan aktingnya.
"Bagi aku antagonis-protagonis sama saja. Dua-duanya tetap disukai publik kok, hanya saja komentarnya saja yang berbeda kedengerannya," ujar Citra bijak.
(doc/hkm)











































